Senin, 26 Oktober 2009

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA

LAPORAN

PRAKTIKUM BIOKIMIA

Diajukan untuk Memenuhi Tugas Mandiri

Mata Kuliah: BIOKOMIA

Dosen : Edi chandra. S. Si. MA






disusun oleh:

Nama : TARJO

NIM : 07460877

Prodi : IPA-BIOLOI-2

Semester : 4 (EMPAT)


PROGAM STUDI IPA-BIOLOGI



KARBOHIDRAT

A.TUJUAN

a. Kognitif :

- praktikum dapat memahami sifat-sifat kimia karbohidrat

- praktikum dapat menentukan macam karbohidrat dalam sampel bahan alam

b. Afektif :

- praktikum menyadarkan adanya keanekaragaman bahan alam yang mengandung karbohidrat.

c. Pesikomotor :

- praktikan trampil melaksanakan isolasi dan identifikasi karbohidrat dalam bahan alam.

B.LANDASAN TEORI

Karbohidrat merupakan salahsatu dari tiga bahan makanan pokok manusia dan hewan disamping lemak dan protein. Dalam tubuh manusia dan hewan, senyawa ini merupakan cadangan energi dan tersimpan didalam sel sebagai glikogen. Karbohidrat terdapat dalam jumlah cukup besar didalam tumbuh-tumbuhan, terutama pada bagian-bagian yang keras seperti biji, ubi dan kulit.

Karbohidrat sebenarnya bukan nama umum senyawaan kimia yang secara kimiawi berupa bentuk hidrat dari karbon dan secara empiris mempunyai rumus: Cn(H2O)n. Termasuk dalam kelompok senyawa ini misalnya glukosa C6H12O6 dan sakarosa C11H22O11. Terdapat pula senyawa yang tidak mematuhhi rumus umum tersebut seperti ramnosa dengan rumus molekul C6H12O5 dan dimasukkan dalam kelompok karbohidrat karena senyawa ini memiliki sifat-sifat yang sama dengan karbohidrat.

Disamping itu, ternyata dikenal pula banyak senyawa yang memenuhi rumus umum diatas tetapi tidak masuk dalam kelompok karbohidrat, seperti asam cuka C2H4O2 dan asam laktat C3H6O3.
Berdasarkan sifat hidrolisisnya karbohidatdapat dibagi menjad empat golongan, yaitu: 1.Monosakarida 2.Oligosakarida 3.Glukosida 4.Polisakarida

C.ALAT DAN BAHAN


Alat

- Tabung reaksi

- Rak tabung reaksi

- Pipet tetes

- Pemanas air

- Pereaksi molisch

- Pereaksi asam sulfat

- Pereaksi benedict

- Pereaksi barfoed

- Pereaksi seliwanof

Bahan

- Larutan kanji 1 %

- Larutan HCL 6 M

- Larutan NaOH 6 M

- Larutan I2 0,01 M

- Larutan HCL pekat

- Amil alkohol

- Larutan karbohidrat


D.CARA KERJA

1. Memasukan larutan karbohidrat pada masing-masing tabung sebanyak 8 tetes kemudian menambahkan 5 ml pereaksi benedict kedalam masing-masing tabung , kocok dan meletakan kedalam pemanas air yang mendidih selama 3 menit, dinginkan dan kita amati.

2. Memasukan larutan karbohidrat pada masing-masing tabung sebanyak 3 tetes kemudian menambahkan 3 ml pereaksi seliwanof kedalam masing-masing tabung meletakan tabung reaksi kedalam pemanas air mendidih selama 5 menit,dinginkan dan kita amati.

3. Memasukan sukrosa 10 ml 1 % dan asam sulfat dalam tabung reaksi kemudian kita panaskan selama 3 menit. Dinginkan dan kita netralkan dengan menambahkan larutan natrium karbonat jenuh, gunakan kertas lakmus sebagai indikator selanjutnya lakukan tes benedict.

4. Memasukan kedalam masing-masing tabung 1 ml larutan karbohidrat, kemudian kita panaskan pada suhu 400C,kemudian kita masukan ragi sedikit demi sedikit, mengamati.

E.HASIL PERCOBAAN

Percobaan I

PENGAMATAN

HASIL

Laktosa + Benedict

Tidak ada perubahan

Sukrosa + Benedict

Tidak ada perubahan

Glukosa + Benedict

Ada perubahan warna menjadi biru kehitaman

Amilum + Benedict

Tidak ada perubahan

Kanji + Benedict

Tidak ada perubahan

Percobaan II

PENGAMATAN

HASIL

Laktosa + Seliwanof

Tidak ada perubahan

Sukrosa + Seliwanof

Ada perubahan warna menjadi orange

Glukosa + Seliwanof

Tidak ada perubahan

Amilum + Seliwanof

Tidak ada perubahan

Kanji + Seliwanof

Tidak ada perubahan

Percobaan III


Percobaan IV

PENGAMATAN

HASIL

Laktosa + Ragi

Sedikit keruh

Sukrosa + Ragi

Tidak ada perubahan

Glukosa + Ragi

Lebih bening

Amilum + Ragi

Tidak ada perubahan

Kanji + Ragi

Tidak ada perubahan

Ket : semua bergelembung gas dan yang paling banyak gelembungnya adalah kanji.

F.PEMBAHASAN

1.Percobaan Benedict

Uji benedict bertujuan untuk mengetahui adanya gula pereduksi dalam suatu larutan dengan indikator yaitu adanya perubahan warna khususnya menjadi merah bata. Benedict Reagen digunakan untuk menguji atau memeriksa kehadiran gula pereduksi dalam suatu cairan.

Monosakarida yang bersifat redutor, dengan diteteskannya Reagen akan menimbulkan endapan merah bata. Selain menguji adanya gula pereduksi, juga berlaku secara kuantitatif, karena semakin banyak gula dalam larutan maka semakin gelap warna endapan.

Pada percobaan I laktosa ditambah benedict menjadi berubah warna merah , sedangkan glukosa dan ditambah benedict menjadi berubah warna biru agak kehitaman dan sukrosa, kanji, amilum, sitambah benedict tidak ada perubahan.

2.UjiSeliwanoff

Beberapa karbohidrat memiliki gugus keton, adanya gugus keton tersebut dapat dibuktikan melalui uji seliwanoff. Jika karbohidrat yang mengandung gugus keton direaksikan dengan seliwanoff akan menunjukkan warna merah sebagai reaksi positifnya.

Adanya warna merah merupakan hasil kondensasi dari resorsinol yang sebelumnya didahului dengan pembentukan hidroksi metil furfural. Proses pembentukan hidroksi metil furfural berasal dari konversi dari fruktosa oleh asam klorik panas yang kemudian menghasilkan asam livulenik dan hidroksi metil furfural.

Pada percobaan II laktosa, amilum, dan kanji, masing-masing di tambah seliwanof tidak ada perubahan dan yang sukrosa di tambah seliwanof menjadi warna orange.

3.UjiMolish

Dalam karbohidrat dikenal beberapa pengujian untuk menentukan kandungan yang terdapat dalam karbohidrat tersebut. Salah satu test yang dilakukan untuk menentukan ada tidaknya karbohidrat adalah tes Molisch. Ketika ada beberapa larutan yang tidak dikenal secara pasti bahwa larutan tersebut mengandung karbohidrat atau tidak, tes ini bisa dilakukan untuk menentukan adanya kandungan karbohidrat.

Larutan yang bereaksi positif akan memberikan cincin yang berwarna ungu ketika direksikan dengan α-naftol dan asam sulfat pekat. Diperkirakan, konsentrasi asam sulfat pekat bertindak sebagai agen dehidrasi yang bertindak pada gula untuk membentuk furfural dan turunannya yang kemudian dikombinasikan dengan α-naftol untuk membentuk produk berwarna.

percobaan III glukosa ditambah asam sulfat dan di tambah natrium dan ditambah benedict , sukrosa dan ditambah asam sulfat berubah menjadi endapan berwarna orange bening kuning emas dan di tambah NaCO3 13 tetes menjadi netral, setelah itu ditambah benedic kemudian ada gelembung biru setelah di panaskan tetap ada gelembung.

4.PercobaanPeragian

Percobaaan peragian dilakukan untuk menentukan gula yang dapat difermentasikan. Pada percobaan ini, setelah larutan karbohidrat ditambahkan dengan suspensi ragi dan didiamkan selama beberapa menit dalam tabung reaksui, muncul gelembung-gelembung CO2 pada larutan tersebut. Selain muncul gelembung-gelembung CO2, dari larutan tersebut dapat dicium bau alkohol. Keadaan ini menunjukkan bahwa merupakan karbohidrat yang dapat mengandung gugus gula yang dapat difermentasikan.

percobaan IV yaitu laktosa ditambah ragi menjadi agak keruh lalu berikutnya ragi ditambah glukosa menjadi lebih bening dan yang lainnya tidak berubah.

G.KESIMPULAN

Dapat kami simpulkan uji karbohidrat dapat dilakukan dengan beberapa cara diantara dengan cara:


- Percobaan benedict

- Uji seliwanof

- Uji molish

- Percobaan peragian


DAFTAR PUSTAKA

- Buku Panduan Praktikum.2009. Pusat Labolatorium STAIN Cirebon.

- Poejiandi, Anna.2006. Dasar-Dasar Biokimia. Jakarta : Universitas Indonesia

- Purba, Michael . 1995. ilmu kimia SMU kelas 2. Jakarta;Erlangga.

- Siudarmo, Unnggul.2004.seri model simpe kimia SMA. Erlangga:Jakarta

- Sunarya . yayan dkk 2001 .praktikum kimia dasar. Bandung;FPMIPA

- www.google.sifat kimia karbohidrat.com

protein

A.TUJUAN

a. Kognitif :

- praktikum dapat memahami protein di tinjau dari segi kimia,

b. Afektif :

- dihadapkan pada gejala-gejala percobaan protein, praktikum menjadi giji minded

c. Pesikomotor :

- praktikan trampil melaksanakan percobaan-percobaan protein.

B.LANDASAN TEORI

Kata protein sebenarnya berasal dari kata yunani yang berarti pertama yang paling penting, asal dari kata protos. Protein terdiri dari bermacam-macam golongan makromolekul heterogen. Walaupun demikian semuanya merupakan turunan dari polipeptida dengan berat molekul yang tinggi, secara kimia dapat dibedakan antara protein sederhana yang terdiri dari polipeptida dengan berat molekkul yang tinggi.

Secara kimia dapat dibedakan antara protein sederhana yang terdiri dari polipeptida dan protein kompleks yang mengandung zat-zat makanan tambahan seperti hern, karbohidrat, lipid atau asam nukleat. Untuk protein kompleks, bagian polipeptida dinamakan aproprotein dan keseluruhannya dinamakan haloprotein. Secara fungsional protein juga menunjukkan banyak perbedaan. Dalam sel mereka berfungsi sebagai enzim, bahan bangunan, pelumas dan molekul pengemban. Tapi sebenarnya protein merupakan polimer alam yang tersusun dari berbagai asam amino melalui ikatan peptida(Hart, 1987).

Protein adalah suatu senyawa organik yang mempunyai berat molekul besar antara ribuan hingga jutaan satuan(g/mol). Protein tersusun dari atom-atom C,H,O dan N ditambah beberapa unsur lainnya seperti P dan S. Atom-atom itu membentuk unit-unit asam amino. Urutan asam amino dalam protein maupun hubungan antara asam amino satu dengan yang lain, menentukan sifat biologis suatu protein(Girinda, 1990).

Protein adalah sumber asam amino yang mengandung unsur C,H,O dan N yang tidak dimiliki oleh lemak dan karbohidrat. Molekul protein mengandung gula terpor belerang, dan ada jenis protein yang mengandung unsur logam seperti besi dan tembaga(Winarnno, 1997).Sifat-sifat protein beraneka ragam, dituangkan dalam berbagai sifatnya saat bereaksi dengan air, beberapa reagen dengan pemanasan serta beberapa perlakuan lainnya. Semua molekul dengan jenis protein tertentu mempunyai komposisi dan deret asam amino dan panjang rantai polipeptida yang sama. Protein memiliki fungsi sebagai berikut(Lehninger, 1996):

enzim, merupakan katalis biokimia

pengukur pergerakanalat pengangkut dan penyimpan

penunjang mekanisme tubuh

pertahanan tubuh (imune atau anti-bodi)

media perambatan impuls saraf

pengendali pertumbuhan

C.ALAT DAN BAHAN


Alat

- Tabung reaksi

- Rak tabung reaksi

- Pembakar

- Perangkat pemanas air

- Pipit tetes tangkai panjang

Bahan

- Pereaksi milon

- Pereaksi xhantoprotein

- Pereaksi hopkin cole

- Pereaksi biuret

- Pereaksi nynhidrin

- Larutan (NH4)2 SO4 jenuh

- Larutan HgCl 2 0,1 M

- Larutan pb-asetat 0,1 M

- Larutan asam pikarat jenuh

- Larutan HCl 0,1 M

- Larutan protein ( putih telur)


D.CARA KERJA

  1. Tes biuret: Menambahkan 1 ml larutan natrium hidroksida pekat ke dalam 3 ml larutan putih telur, mencampurkan dengan baik kemudian menambahkan 1 tetes larutan tembaga sulfat 0,01 M .jika warna ini tidak jelas, kocok dan tambahkan beberapa tetes larutan tembaga sulfat.
  2. Tes xanthoprotein: menambahkan perlahan-lahan 1 ml asam nitrat pekat kedalam larutan protein, memanaskan hati-hati kemudian didinginkan dengan air mengalir dan menambahkan dengan hati-hati tetes demi tetes natrium hidroksida pekat/ amonium hidroksida pekat. Mengamati apa yang terjadi pada saat permulaan penetesan basa, tambahkan terus natrium hidroksida dampai suasana larutan menjadi basa.
  3. tes helier : dalam sebuah tabung reaksi ,asukan 5 ml asam nitrat pekat, miringkan posisi tabung reaksi dengan menambahkan larutan protein denga menggunakan pipet tetes perlahan-lahan sevolum yang sama. Tegakan tabung perlahan-lahan, mengamati.
  4. tes koogulasi menambahkan 2 tetes larutan asam asetat 1 M kedalam 5 ml larutan protein dalam sebuah tabung reaksi, memanaskan dalam pemanas air yang mendidih selama 5 menit, gumpalan yang terjadi tes dengan millon tes melarutnya dalam air.
  5. Tes pb-asetat untuk sulfur labil : kedalam 2 ml albumin telur 1 % menambahkan 5 ml NaOH 5 % dan sedikit kristal pb-asetat. Memanaskan dalam air mendidih 5 menit, sambil sekali-kali diaduk, mengamati warna yang terjadi, asam amino yang mana yang positip terhadap tes ini.
  6. pengendapan dengan logam-logam : kedalam 3 ml larutan protein menambahkan 5 tetes larutan merkuri klorida 0,2 M . ulangi percobaanini dengan mengganti larutan klorida dengan larutan timbal asetat 0,2 M, membandingkan hasilnya.
  7. pembentukan garam: menjenuhkan 10 ml larutan protein dengan amonium sulfat, mula-mula menambahkan sedikit amonium sulfat. Mengaduk sampai larut, kemudian menambahkan sedikit lagi, aduk dampai larut dan lakukan terus sampai penambahan amonium sulfat yang terakhir tidak larut lagi

E.HASIL PERCOBAAN

PENGAMATAN

Hasil pengamatan




Tes biuret

Bening berubah menjadi ungu

Tes xantoprotein

Kuning agak pudar

Tes helier

Putih, kuning, bening

Tes koogulasi

Ada endapan warna putih

Tes pb-asetat

Bening berubah endapan coklat

Tes pengendapan dengan logam

1. endapan rapat & 2..endapan jarang

Tes pembentukan garam

Ada endapan

F.PEMBAHASAN

setelah melakukan percobaan pada protein, saya akan bahas percobaan yang telah saya lakukan satu persatu sebagai berikut:

percobaan pertama yaitu tes biuret dengan cara Menambahkan 1 ml larutan natrium hidroksida pekat ke dalam 3 ml larutan putih telur, mencampurkan dengan baik kemudian menambahkan 1 tetes larutan tembaga sulfat 0,01 M , mengocok dan menambahkan beberapa tetes larutan tembaga sulfat.kemudian saya amati perubahan warna yang terjadi ternyata warna awal bening berubah menjadi warna ungu ini menandakan larutan tersebut positif mengandung protein. Pada uji biuret ini bereaksi positif terhadap pembentukan senyawa kompleks Cu gugus –CO dan –HN dari rantai peptida dalam suasana basa.

Pada percobaan kedua tes xanthoprotein yaitu dengan menambahkan perlahan-lahan 1 ml asam nitrat pekat kedalam larutan protein,kemudian di panaskan sampai terjadi perubahan warna( hasil perubahan warna yaitu berubaah menjadi warna kuning ada endapan) kemudian didinginkan dengan air mengalir dan menambahkan dengan hati-hati tetes demi tetes natrium hidroksida pekat/ amonium hidroksida pekat. pada saat permulaan penetesan basa amsi belum basa, kemudian saya tetesin lagi menambahkan terus natrium hidroksida dampai suasana larutan menjadi basa.tenyata setelah suasana menjadi basa perubahan yang terjadi menjadi berwarna kuning agak keruh. Pada percobaan ini bereaksi positif untuk asam amino yang mengandung inti benzena.

Pada percobaan ketiga yaitu tes helier dengan cara dalam sebuah tabung reaksi ,memasukan 5 ml asam nitrat pekat, miringkan posisi tabung reaksi dengan menambahkan larutan protein denga menggunakan pipet tetes perlahan-lahan sevolum yang sama. Tegakan tabung perlahan-lahan,hasil yang didapat ternyata adaperubaha n warna yang berlapis-lapis yaitu yang paling atas berwarna putih pekat, yang di tengah berwarna kungn dan yang paling bawah berwarna bening. Pada percobaan keempat yaitu tes koogulasi dengan langkah menambahkan 2 tetes larutan asam asetat 1 M kedalam 5 ml larutan protein dalam sebuah tabung reaksi, memanaskan dalam pemanas air yang mendidih selama 5 menit, kemudian mengocoknya ternyata setelah lama dikocok terdapat endapan warna putih. Pada percobaan kelima yaitu tes pb-asetat dengan cara dalam 2 ml albumin telur 1 % menambahkan 5 ml NaOH 5 % disini awal warna bening dan menambahkan sedikit kristal pb-asetat. Memanaskan dalam air mendidih 5 menit, sambil sekali-kali diaduk setelah dipanaskan tadi dan saya amati ternyata yang awal bening menjadi ada endapan warna coklat. Kemudian pada percobaan keenam yaitu pengendapan dengan logam-logam :dengan cara kedalam 3 ml larutan protein menambahkan 5 tetes larutan merkuri klorida 0,2 M . mengulangi percobaan ini dengan mengganti larutan klorida dengan larutan timbal asetat 0,2 M, setelah dibandingkan pada tabung pertama endapannya rapat sedangkan pada tabung kedua endapannya jarang. Sedangkan pada percobaan ke tujuh yaitu tes pembentukan garam dengan langkah percobaan menjenuhkan 10 ml larutan protein dengan amonium sulfat, mula-mula menambahkan sedikit amonium sulfat. Mengaduk sampai larut, kemudian menambahkan sedikit lagi, mengaduk sampai larut dan melakukan terus sampai penambahan amonium sulfat yang terakhir tidak larut lagi ternyata setelah disaring ternyata terdapat endapan ini menunjukan pada percobaan tersebut positif mengandung protein.

Protein dalam kehidupan sehari-hari sangatlah penting, karena tanpa protein daya tahan tubuh kita menurun. Keragaman struktur protein yang sangat besar memungkinkan protein melaksanakan berbagai fungsi yang melandasi kehidupan, fungsi protein diantaranya adalah :

· Katalisis biokimia, contohnya enzim.

· Struktur, contohnya kolagen yang merupakan komponen penting pada tulang dan tendon.

· Pergerakan, contohnya aktin dan myosin.

· Transport, contohnya hemoglobin yang membawa oksigen dalam aliran darah dan serum albumin yang membawa asam lemak.

· Pengaturan, contohnya hormon insulin yang mengontrol gula darah dan sitokin seperti interleukin yang mengatur pembelahan sel dan diferensiasi.

· Proteksi, contohnya antibodi dan protein yang telibat dalam pembekuan darah.

· Penyimpanan, contohnya feritin untuk menyimpan besi dalam darah dan gliadin untuk menyimpan asam amino dalam biji gandum yang dorman.

G.KESIMPULAN

Dapat saya simpulkan ada berbagai cara dalam pengujian terhadap protein yaitu dengan cara yang telah disebutkan diatas( yang sudah saya praktekan ) dan ada juga dengan cara lain uji hopkins cole terhadap triptofan, uji millon dan masih ada yang lainnya.

Pada percobaan yang saya lakukan di dapat hasil :

· Uji biuret dapat hasil bening berubah menjadi ungu

· Uji xantroprotein didapat hasil warna kuning agak pudar

· Uji helier didapat hasil warna berlapis dari atas putih, kuning, dan bening

· Uji koogulasi didapat ada endapan berwarna pitih

· Uji pb-asetat didapat hasilbening berubah menjadi ada endapan coklat

· Uji pengendapan dengan logam didapat tabung satu endapan rapat sedangkan tabung dua endapan jarang

· Uji pembentukan garam di dapat ada endapan

DAFTAR PUSTAKA

- Buku Panduan Praktikum.2009. Pusat Labolatorium STAIN Cirebon.

- Poejiandi, Anna.2006. Dasar-Dasar Biokimia. Jakarta : Universitas Indonesia

- Sunarya . yayan dkk 2001 .praktikum kimia dasar. Bandung;FPMIPA

- www.google.sifat kimia protein.com hari minggu 26 april 2009 jam 11 siang.

LIPID

(Pemisahan dan percobaan kolesterol)

A. TUJUAN

Ø Praktikan dapat memahami lipida ditinjau dari segi kimia

Ø Dihadapkan pada gejala-gejala percobaan lipida praktikan dapat menghargai lipida sebagai bahan makanan.

Ø Praktikan terampil melakukan percobaan-percobaan lipida.

B. LANDASAN TEORI

Lipid dikenal oleh masyarakat sebagai minyak (organik, bukan minyak mineral atau minyak bumi), lemak dan lilin. Istilah lipid mengacu pada segolongan senyawa hidrokarbon alifatik nonpolar dan hidrofob yabg esensial dalam penyusunan struktur dan menjalankan fungsi sel hidup. Karena nonpolar, lipida tidak larut dala pelarut polar, seperti air atau alkohol, tetapi larut dalam pelarut nonpolar seperti eter, kloroform, aseton, benzena atau pelarut nonpolar lainnya.

Lemak atau minyak nabati atau hewan merupakan contoh dari gliserol dan lemak jenuh atau minyak yang dapat dihidrolisis oleh larutan alkali menjadi garam dari asam lemak yang sehari-hari kita kenal sebagai sabun. Reaksi hidrolisis ini disebut penyabunan. Ester dapat dibuat dengan cara mereaksikan asam karbosilat dengan alkohol yang dapat dikatalisis oleh asam mineral, misalnya asam sulfat atau asam klorida. Reaksi yang terjadi merupakan suatu keseimbangan. Apabila digunakan asam dalam jumlah yang sama, pada keadaan seimbang akan diperoleh 67 % ester. Hasil ini ditingkat dengan menggunakan pereaksi berlebihan atau dengan mengeluarkan air dari campuran.

Lemak netral tergolong senyawa-senyawa majemuk dan ikatannya menyerupai ester. Asamnya terdiri atas asam-asam monokarbosilat yang tidak bercabang, yaitu asam lemak sedangkan komponen alkoholnya gliserin merupakan suatu alkohol. Banyaknya asam karbosilat yang diikatkan pada gliserin menghasilkan mono dan trigiserida.

C. ALAT DAN BAHAN

Alat :


  • Tabung reaksi
  • Rak tabung reaksi
  • Labu Erlenmeyer 100 ml
  • Batang Pengaduk
  • Pipet Tetes tangkai panjang
  • Corong
  • Gelas ukur
  • Cawan porselin
  • Miskroskop
  • Kaca objek

Bahan :

· Etanol 50 ml

· Kloroform

· Aseton

· H2SO4


D. Langkah Kerja

Ø Filtrat dari percobaan 3 diuapkan di dalam penangas air

Ø Ektraksikan kolesterol dengan 10 ml Alkohol 98% dan saring

Ø panaskan hingga larutan setengah dari volume awal dan tambahkan beberapa tetes air suling hingga tidak terdapat endapan putih kolesterol

Ø ambil kristal kolesterol, letakkan pada kaca objek dan amati dibawah miskroskop dan gambar bentuk kristal

Ø tes Salkowski : larutkan sedikit kolesterol dalam 2 ml kloroform dan tambahkan H2SO4 pekat secara berlahan-lahan sehingga terbentuk larutan biru pada bagian bawah tabung.

Ø Tes Liebermann- Burcharda : tambahkan 15 tetes asam asetat anhidrid kedalam larutan kolesterol, kocok dan tambahkan 2-5 tetes asam sulfat pekat kocok dan amati ( 18-20 menit)

E. DATA HASIL PENGAMATAN

Percobaan

Hasil pengamatan

Filtrat dipanaskan(cair)+alkohol 10 ml 98%

Ada endapan

Kristal pada larutan kolesterol


Tes Salkowski

biru

merah bata

putih keruh

Tes Liebermann- Burcharda

Keruh agak kecoklatan

F. PEMBAHASAN

Kolesterol merupakan salah satu sterol yang penting dan terdapat banyak dialam. Kolesterol dapat larut dalam pelarut lemak, misalnya eter,kloroform, benzena dan alkohol panas. Apabila terdapat dalam konsentrasi tinggi, kolesterol mengkristal dalam bentuk kristal yang tidak dapat berwarna, tidak berasa dan tidak berbau. Percobaan pemisahan dan tes reaksi kolesterol dapat dilakukan dengan tes Salkowski dan tes Liebermann Burchard.

Setelah saya melakukan percobaan yaitu dengan cara filtrat hasi percobaan minggu lalu , diuapkan dipenangas air sampai mencair dan dan saya menambahkan pada larutan tersebut alkohol 10 ml 98 %, setelah dicampur larutan tersebut terdapat endapan kemudian saya saring dengan mertas saring kemudian hasil saringan tersebut saya kisatkan , setelah dikisatkan terdapat endapan, setelah itu saya menambahkan beberapa tetes air suling sampai tidak terdapat endapan tetapi sedikit ada kristal(bisa disebut larutan kolesterol) , kristal kolesterol tersebut saya amati dibawah mikroskop dengan hasil gambar sebagai berikut:

Pada percobaan tes salkowski yaitu dengan cara mengambil beberapa ml larutan kolesterol tadi, lalu memasukannya kedalam tabung reaksi dengan menambahkan 2 ml klorofom disini terjadi perubahan warna yang semula berwarna beningmenjadi biru muda kemudian saya tambahkan H2SO4, setelah saya amati larutan tersebut warnanya menjadi berlapis bagian atas warna biru, bagian tengah warna merah bata dan bagian paling bawah berwarna putih keruh.

Pada tes Liebermann Burchard dengan cara saya ambil lagi beberapa ml larutan kolesterol dimasukan ketabung reaksi dengan menambahkan 15 tetes asam asetat anhidrid , setelah diamati larutan tersebut menjadi keruh dan saya terus biarkan kira-kira setelah 18-20 menit, larutan tersebut warnanya brubah menjadi keruh kecoklatan.

Kolesterol dapat larut dalam pelarut lemak, misalnya eter,kloroform, benzena dan alkohol panas. Apabila terdapat dalam konsentrasi tinggi, kolesterol mengkristal dalam bentuk kristal yang tidak dapat berwarna, tidak berasa dan tidak berbau. Adanya kolesterol dapat ditentukan dengan menggunakan beberapa reaksi warna. Salah satu diantaranya ialah reaksi salkowski. Apabila kolesterol dilarutkan kedalam kloroform dan larutan ini dituangkan diatas larutan asam sulfat pekat dengan hati-hati maka bagian asam berwarna kekuningan dengan fluoresensi hijau bila terkena cahaya. Bagian kloroform akan berwarna biru dan berubah menjadi warna merah dan ungu. Larutan kolesterol dalam kloroform bila ditambahkan anhidrida asam asetat dan asam sulfat pekat, maka larutan mula-mula akan berwarna merah, kemudian biru dan hijau. Ini disebut reaksi Liebermann Burchard

G. KESIMPULAN

Dapat saya simpulkan Adanya kolesterol dapat ditentukan dengan menggunakan beberapa reaksi warna.diantaranya ialah reaksi salkowski dan reaksi Liebermann Burchard.

Pada percobaan Tes Liebermann- Burcharda didapat hasil larutan tersebut warnanya brubah menjadi keruh kecoklatan.sedangkan pada Tes Salkowski didapat hasil larutan tersebut warnanya menjadi berlapis bagian atas warna biru, bagian tengah warna merah bata dan bagian paling bawah berwarna putih keruh.

DAFTAR PUSTAKA

- Anonim. 2003. Penuntun Praktikum Kimia Dasar. Lab.Unit Kimia: STAIN Cirebon

- Edy Chandra dkk, 2008. Panduan Praktikum Biokimia. Pusat Laboratorium STAIN. Cirebon

- Kusnawijaya. 1993.BIOKIMIA. Exact Ganeca: Bandung

- Anna Poedjiadi, titin supriyatin. 1994. Dasar-dasar Biokimia. Universitas Indonesia. Jakarta

ANALISA ZAT ADITIF

PADA SUSU KOMERSIAL

A.TUJUAN

Ø Praktikan Memahami prosedur analisa bahan makanan.

Ø Praktikan Menyadari keberadaan zat aditif dalam bahan makanan.

Ø Praktikan Terampil melakukan analisis terhadap zat aditif.

B.LANDASAN TEORI

Istilah zat aditif sendiri mulai familiar di tengah masyarakat Indonesia setelah merebak kasus penggunaan formalin pada beberapa produk olahan pangan, tahu, ikan dan daging yang terjadi pada beberapa bulan belakangan. Formalin sendiri digunakan sebagai zat pengawet agar produk olahan tersebut tidak lekas busuk/terjauh dari mikroorganisme. Penyalahgunaan formalin ini membuka kacamata masyarakat untuk bersifat proaktif dalam memilah-milah mana zat aditif yang dapat dikonsumsi dan mana yang berbahaya

Secara umum, zat aditif makanan dapat dibagi menjadi dua yaitu : (a ) aditif sengaja, yaitu aditif yang diberikan dengan sengaja dengan maksud dan tujuan tertentu, seperti untuk meningkatkan nilai gizi, cita rasa, mengendalikan keasaman dan kebasaan, memantapkan bentuk dan rupa, dan lain sebagainya. Dan kedua, (b) aditif tidak sengaja, yaitu aditif yang terdapat dalam makanan dalam jumlah sangat kecil sebagai akibat dari proses pengolahan.

Bila dilihat dari sumbernya, zat aditif dapat berasal dari sumber alamiah seperti lesitin, asam sitrat, dan lain-lain, dapat juga disintesis dari bahan kimia yang mempunyai sifat serupa dengan bahan alamiah yang sejenis, baik susunan kimia, maupun sifat metabolismenya seperti karoten, asam askorbat, dan lain-lain. Pada umumnya bahan sintetis mempunyai kelebihan, yaitu lebih pekat, lebih stabil, dan lebih murah. Walaupun demikian ada kelemahannya yaitu sering terjadi ketidaksempurnaan proses sehingga mengandung zat-zat berbahaya bagi kesehatan, dan kadang-kadang bersifat karsinogen yang dapat merangsang terjadinya kanker pada hewan dan manusia.

berikut adalah beberapa contoh zat aditif: Zat aditif makanan telah dimanfaatkan dalam berbagai proses pengolahan makan,

C.ALAT DAN BAHAN


- Gelas kimia 500 ml

- Batang pengaduk

- Corong

- Tabung reaksi

- Corong pisah

- Set destilasi sederhana

- Susu komersial

- Alkohol 95%

- Phennilhidrazinklorida

- Larutan feriklorida 0,5% dan 1%

- Asam asetat pekat

- Formalin

- HCL

- Eter

- Aquadest

- Amonium hidroksida


D.CARA KERJA

1. Tes formalin

- Mencampurkan Alkohol 95% kedalam sejumlah larutan susu dengan volume sama

- 5 ml filtrat ditambah 0,03g Phennilhidrazinklorida dan 4-5 tetes feriklorida 11%

- Diaduk kemudian di teteskan 1-2 tetes asam asetat pekat dalam penagas air untuk pedinginan dan melarutkan endapan yang berbentuk yang ditambahkan asam sulfat atau alkohol,jika mengandung formalin berbentuk warna merah.

2. Tes Asam Salisilat

- Asamkan 100 ml susu dengan HCL hingga tidak terjadi endapan lagi kemudian ekstrasi dengan 50- 100 ml eter

- Cuci lapisan eter dengan 5 ml aquadest (2x), menggunakan corong pisah dan mengamati residu yang diperoleh jadikan 3 bagian

- Menteteskan larutan feriklorida 0,5% terhadap bagian pertama jika mengandung Salisilat berbentuk warna violet

3. Tes Benzoat

- Mengambil kedua bagian residu yang diperoleh pada B.3

- Bagian kedua dimurnikan dengan cara sublimasi dan diuji dengan titik kelelehanya

- Dan yang bagian ketiga dibasakan dengan menambahakan amonium hidroksida dan kelebihanya dapat di uapkan setelah itu larutan endapan yang berbentuk dalam air dan ditambahkan beberapa tetes feriklorida 0,5% endapan berwarna coklat menunjukan adanya asam benzanoat.

E.HASIL PERCOBAAN

PENGAMATAN

HASIL

HASIL PENGAMATAN

+ -

Tes formalin

ü


Mengandung formalin warna merah

Tes Asam salisilat

ü


Warna coklat menjadi unggu violet

Tes Benzoat

ü


Endapan dan berwarna coklat

F.PEMBAHASAN

Makanan Atau Bahan Tambahan Makanan Adakah Semua Bahan Kimia Yang dimasukkan dalam makanan guna untuk meningkatkan kualitas, keenakan, keunikan makanan, dan lain-lain. Penggunaan aditif makanan telah digunakan sejak zaman nenek moyang kita. Bahan aditif makanan ada dua, yaitu bahan aditif makanan alami dan buatan atau sintetis.

Setelah kami melakukan percobaan yaitu Percobaan analisa zat aditif pada susu komersial bahan yang digunakan adalah susu komersial, phenilhidrazinklorida , larutan feriklorida 0,5 % dan 1%, asam asetat pekat , formalin, HCL, Eter, aquadest, dan Amonium Hidroksida percobaan ini kita melakukan tiga percobaan yaitu

1. Pada percobaan 1 yaitu Percobaan tes formalin Setelah diamati terjadi perubahan larutan endapan warna merah hal ini disebabkan karena menambahkan asam sulfat atau alkohol

2. Pada percobaan ke 2 yaitu Percobaan tes Asam Salisilat yaitu dengan cara 100 ml susu ditambah dengan HCL hingga terjadi endapan kemudian mrngekstrasi kan dengan 50-100 ml eter setelah diteteskan larutan feriklorida 0,5% maka hal ini akan terjadi perubahan warna yang tadinya coklat dan berubah warna menjadi ungu violet.Sehingga ini menunjukan bahwa susu tersebut mngandung zat aditif tetapi dalam jumblah sedikit karena perubahan yang terjadi hanya ada sedikit perubahan warna.bawa ini mengandung asam salisilat

3. Sedangkan pada percobaan ke 3 yaitu Percobaan tes Benzoat,Sisa residu yang kedua NH4OH 0,1 M sampai keadaanya basa dan 5 tetes feriklorida maka hasilnya positif terdapat asam benzoat hal ini dikarenakan terdapat terdapat endapan dan warnanya berwarna coklat menunjukan adanya asam benzoat

Disini akan saya jelaskan beberapa Jenis zat adiktif diantaranua yaitu:Bahan aditif makanan dapat digolongkan menjadi beberapa kelompok tertentu tergantung kegunaanya, diantaranya:MSG sebagai penguat rasa makanan dan juga untuk melezatkan makanan. MSG merupakan zat aditif makanan buatan, sedangkan yang alami diantaranya adalah bunga cengkeh.Tartrazin adalah pewarna makanan buatan yang mempunyai banyak macam pilihan warna, diantaranya Tartrazin CI 19140. Bahan pewarna makanan alami diantaranya adalah daun pandan.Gom Arab adalah bahan aditif alami yang gunanya untuk mengemulsi minyak dan air agar dapat bersatu.Garam alginat dan gliserin marupakan bahan aditif buatan yang digunakan untuk menstabilkan dan memekatkan suatu makanan sehingga dapat membuat makanan bertekstur lembut dan rata

Adapun Efek samping dari zat adiktif tersebut diantaranya Bahan aditif juga bisa membuat penyakit jika tidak digunakan sesuai dosis, apalagi bahan aditif buatan atau sintetis. Penyakit yang biasa timbul dalam jangka waktu lama setelah menggunakan suatu bahan aditif adalah kanker, kerusakan ginjal, dan lain-lain. Maka dari itu pemerintah mengatur penggunaan bahan aditif makanan secara ketat dan juga melarang penggunaan bahan aditif makanan tertentu jika dapat menimbulkan masalah kesehatan yang berbahaya. Pemerintah juga melakukan berbagai penelitian guna menemukan bahan aditif makanan yang aman dan murah

G.KESIMPULAN

Pada percobaan yang telah kami lakukan yaitu percobaan analisa zat aditif pada susu komersial, dengan 3 kali percobaan yaitu dengan: tes formalin , tes Asam Salisilat , tes Benzoat pada ketiga percobaan tersebut semua hasilnya positif yaitu dengan hasil tes formalin Mengandung formalin warna merah, tes Asam Salisilat Warna coklat menjadi unggu violet , dan pada tes Benzoat menghasilkan Endapan dan berwarna coklat

DAFTAR PUSTAKA

- Buku Panduan Praktikum.2009. Pusat Labolatorium STAIN Cirebon.

- Poejiandi, Anna.2006. Dasar-Dasar Biokimia. Jakarta : Universitas Indonesia

- Purba, Michael . 1995. ilmu kimia SMU kelas 2. Jakarta;Erlangga.

- Siudarmo, Unnggul.2004.seri model simpe kimia SMA. Erlangga:Jakarta

- Sunarya . yayan dkk 2001 .praktikum kimia dasar. Bandung;FPMIPA

- www.google.zat adiktif pada makanan.com tanggal 29-05-09 pukul 11.45 WIB.

LIPID

A.TUJUAN

a. Kognitif :

- praktikum dapat memahami lipida ditinjau dari segi kimia.

b. Afektif :

- dihadapkan pada gejala-gejala percobaan lipida, praktikan dapat menghargai manfaat lipida sebagai bahan makanan.

c. Pesikomotor :

- praktikan trampil melaksanakan percobaan-percobaan lipida.

B.LANDASAN TEORI

Lipid merupakan salah satu komponen utama bahan pangan selain karbohidrat dan protein. Oleh karena itu peranan lipid dalam menentukan karakteristik bahan pangan cukup besar. Reaksi yang umum terjadi pada lipid selama pengolahan meliputi hidrolisis, oksidasi dan pirolisis. Oksidasi lipid biasanya melalui proses pembentukan radikal bebas yang terdiri dari tiga proses dasar yaitu inisiasi, propagasi dan terminasi .

Pada tahap awal reaksi terjadi pelepasan hidrogen dari asam lemak tidak jenuh secara homolitik sehingga terbentuk radikal alkil yang terjadi karena adanya inisiator (panas, oksigen aktif, logam atau cahaya). Pada keadaan normal radikal alkil cepat bereaksi dengan oksigen membentuk radikal peroksi dimana radikal peroksi ini bereaksi lebih lanjut dengan asam lemak tidak jenuh membentuk hidroproksida dengan radikal alkil, kemudian radikal alkil yang terbentuk ini bereaksi dengan oksigen. Dengan demikian reaksi otoksidasi adalah reaksi berantai radikal bebas.

C.ALAT DAN BAHAN


Alat

- Tabung reaksi

- Rak tabung reaksi

- Pipet tetes

- Batang pengaduk

- Corong

- Kertas saring

- Gelas kimia100ml

- Labu elemenleyer 100ml

- Gelas ukur

Bahan

- Larutan NaOH 10% dalam etanol

- Larutan KOH 10% dalam etanol

- NaCl jenuh

- H2SO4

- Etanol

- Eter

- Aseton

- KHSO4


D.CARA KERJA

Percobaan A Ekstrasksi lipid

- Membuat 75 ml campuran etanol-eter (2:1) untuk mengekstraksi lemak dari sampel ”mudah” memisahkan pelarut dari ekstrak yang kita peroleh melalui pemisahan pelarut dan menampung hasilnya, dan zt padat yang tertinggal/ residu) dites sebagai berikut.: mengambil sedikit dan mengocok dengan air , bagaimana hasilnya? Untuk sampel sukar”menggunakan teknik dengan alat soxhlet

Percobaan B

- Ekstrak lipid yang diperoleh, setelah dikeluarkan pelarutnya, dikisatkan didalam pemanas air sampai kering, menambahkan 15 ml larutan NaOH 15% dalam etanol( 5gr NaOH padat dalam 45 ml alkohol 98%). Memanaskan kembali dala pemanas air selama 30 menit sampai kering, dengan sekali-kali diaduk, mengaduk padatan sabun yang tidak dapat larut tersebut, kemudian menyaringnya, filtrat disimpan untuk percobaan selanjutnya. Menambahkan air sebanyak 25 ml pada padatan sabun dan aduk hingga terjadi suspensi bening(tidak berkabut).

E.HASIL PERCOBAAN

Percobaan A

PENGAMATAN

HASIL

Etanol 50 ml+heksana 25 ml+25 ml minyak sayur( aduk) pisahkan residu.residu 5 ml +air 5 ml(kocok

Berwarna putih keruh

Percobaan B

PENGAMATAN

HASIL

Sia residu percobaan A(ekstra lipid dikisatkan sampai kering+15 ml NaOH dipananaskan(sampai kering)aduk padatan sabun saring.+air 15 ml kemudian aduk

Putih berbusa

+NaCl 10 ml, biarkan, gumpalan dipisahkan.larutan sabun +15 ml air panas=asam sulfat(netral+sedikit air panaskan s/d mendidih biarkan dingin

Bergelembung/busaberkurang berwarna atas krem dan dibawah putih

F.PEMBAHASAN

Setelah kami melakukan percobaan Sabun merupakan salah satu produk yang diperoleh dari hasil reaksi minyak.Reaksi pembentukan sabun dari minyak dilakukan dengan mereaksikan suatu alkali (NaOH atau KOH) denagn menggunakan minyak.Reaksi ini dikenal dengan reaksi safonifikasi(penyabunan).Pembuatan sabun merupakan salah satu hasil dari sintesis kimia yang paling tua.Bila glesirida lemak dihidrolisis maka akan menghasilkan garam dari asm karboksilat dan gliserol.

Pada hasil percobaan dan pengamatan di atas,di mana 10 gram minyak yang di tambahkan etanol 95%denagan 10 ml larutan NaHO 25% menghasilkan larutan yang berwarna putih susu.Hal ini berarti bahwa,minyak,etanol,dan NaHO mengalami reaksi safonifikasi (reaksi penyabunan).Setelah di tambahkan NaCL 80 ml (berupa NaCL jenuh) perubahan yang terjadi adalah adanya gumpalan-gumpalan yang melarur dan terjadi busa.Penambahan NaCL ini berguna untuk memisahkan sabun dari gliserolnya,sehingga akan membentuk larutan yang berupa larutan koloid.Bila larutan ini di saring dengan menggunakan kain blacu maka gliserol dan alkohol akan berada di dalam larutan NaCL sedangkan sabunnya akan mengendap.

Hasil dari pembuatan sabun secara teoris,lemak dapat langsung direaksikan dengan NaOH. Namun hal itu dapat saja terbalik secara prakteknya. Lemak merupakan senyawa organik dengan sifat nonpolar, sementara NaOH adalah senyawa anorganik dengan sifat polar. Senyawa dengan sifat polar dan nonpolar tidakl akan saling bercampur, sehingga dalam reaksinya antara NaOH dengan lemak diperlukan suatu medium pereaksi untuk reaksi penyabunan tersebut. Medium pereaksi yang digunakan dalam bentuk suatu pelarut yaitu etanol.

Etanol adalah alkohol dengan dua atom C. Etanol merupakan senyawa organik yang bersifat semipolar yaitu senyawa yang dapat bersifat polar karena mengandung gugus OH dan bersifat nonpolar yaitu CH3+. Dengan pelarut inilah NaOH terlarut dan dapat bercampur dengan lemak dalam reaksi penyabunan.

Sabun yang diperoleh dari hasil reaksi antara Na dan K dengan asam lemak tinggi, pada umumnya mudah larut dalam air panas, sehingga hasil dari kelarutan ini memberikan larutan koloid akan berwarna putih. Hal ini akan menyebabkan sabun yang telah ditambahkan dengan air panas akan terjadi perubahan warna yaitu bereubah menjadi putih dan terdapat busa gelembung-gelembung air, namun sifat kelarutan ini akan berkurang apabila dalam air terdapat adanya ion-ion logam yang mampu menghasilkan reaksi substitusi. Swabun yang sudah ditambahakan dengan air panas dan larutan HCl, sebalum larutan ini dipanaskan warnanya berwarna putih dan tidak keruh serta tidak terdapat busa. Sedangkan bial dipanaskan maka akan mengalami perubahan warna yaitu dari warna putih menjadi warna putih keruh dan akan terdapat busa pada lapisan atasnya (gelembung). Sedangkan pada sabun yang ditambahkan dengan menggunakan air panas dan larutan CaCO3, sebelum dilakukan pemanasan warnanya putih dan tidak terjadi kekeruhan pada larutan tersebut serta tidak terlihat adanya endapan pada larutan. Sedangkan bila larutan ini dipanaskan maka warnanya tetap menjadi putih tetapi terdapat endapan dan busa atau terdapatnya gelembung-gelembung pada larutan sabun

Perhitungan :

Ø Reaksi Penyabunan

O

H2C O C (CH2)16 CH3 H2C OH

O O

H2C O C (CH2)16 CH3 + 3NaOH 3CH(CH2)16 C ONa + H2C OH

O

H2C O C (CH2)16 CH3 H2C OH

MINYAK SABUN GLISEROL

G.KESIMPULAN

Berdasarkan tujuan dan hasil pengamatan maka dapat diambil kesimpulan adalah sebagai berikut :

1. Reaksi penyabunan merupakan reaksi dari minyak yang dilakukan dengan mereaksikan suatu alkali (NaOH atau KOH) dengan minyak, yang biasa disebut dengan reaksi safonifikasi (penyabunan).

2. Penambahan larutan NaCl dalam larutan atau reaksi penyabunan yaitu berfungsi untu memisahkan antara sabun dengan gliserolnya.

3. Etanol merupakan senyawa organic yang bersifat semipolar dan mempunayi dua atom C.

4. Untuk mempercepat laju reaksi maka dilakukan pemanasan.

DAFTAR PUSTAKA

- Buku Panduan Praktikum.2009. Pusat Labolatorium STAIN Cirebon.

- Kusnawijaya, 1993. Biokimia. Exact Ganeca. Bandung.

- Poejiandi, Anna.2006. Dasar-Dasar Biokimia. Jakarta : Universitas Indonesia

- Sunarya . yayan dkk 2001 .praktikum kimia dasar. Bandung;FPMIPA

- www.google.sifat kimia lipid.com tanggal 10 Mei pukul 02:45 WIB

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar