Rabu, 21 Oktober 2009

laporan taksonomi

LAPORAN PRAKTIKUM

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mandiri

Mata Kuliah :TAKSONOMI TUMBUHAN

Dosen : Novianti Muspiroh, MP





disusun oleh

Nama : TARJO

NIM : 07460877

Prodi : IPA- BIOLOGI-2

Semester : IV ( empat )

DEPARTEMEN AGAMA RI

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI ( STAIN )

PROGRAM STUDI IPA – BIOLOGI

CIREBON 2009


ALGAE

A. LATAR BELAKANG

Alga atau sering disebut ganggang merupakan organisme berklorofil dengan jaringan yang relative tidak terdideferensiasi, karena tidak terlihat bentuk akar, batang, dan daun secara nyata. Tubuh alga secara keseluruhan disebut tulus, dan secara konvesional termasuk tumbuhan tidak berpembuluh ( non vascular plant ). Oleh karena tubuhnya disebut talus, maka alga sering disebut juga kelompok thallopyta. Alga dapat diklasifikasikan berdasarkan bentuk alami flagelanyadan karakteristik biokimia, khususnya perbedaan pigmen, cadangan makanan dan komponen dinding sel. Divisi alga antara lain Cyanophyta,Chlorophyta, Charophyta, Euglenophyta, Phaeophyta, Chrysophyta dan Rhodophyta.

B. TUJUAN

  • Mengenal dan mengamati bermacam bentuk anggota Cyanophyta, Chlorophyta, Charophyta, Euglenophyta, Phaeophyta, Chrysophyta dan Rhodophyta.
  • Mengenal dan mengamati bermacam bentuk sel, dan koloni Cyanophyta,Chlorophyta, dan Charophyta.

C. ALAT DAN BAHAN

Praktikum I

- Tumbuhan paku air Azolla pinnata, air kolam atau air danau.plankton Net, botol film, gelas objek, gelas penutup, dan mikroskop.

Praktikum II

- Spyrogyra dan Oedogonium yang diambil dari kolam yang biasanya melekat pada batuatau tumbuhan air lainnya.

- Specimen herbarium awetan basah dari chaetomorpha, caulerpa, Halimeda, Ovs, Enteromorpha, Codium, dan Borgesenia.

- Air kolam atau pembuangan limbah yang diambil dengan jaring plankton.

- Plankton Net, glas objek, gelas penutup, mikroskop.

D. LANGKAH KERJA

Praktikum I

1. Mengambil dengan pipet tetes sediit air kolam atau limbah diatas kaca preparat kemudian mengamati dengan mikroskop.

2. Mengamati 2 atau3 helai daun paku air Azolla oinnata dengan mikroskop pembesaran 100X(lemah)

3. Menyiapkan gelas objek meneteskan sampel air yang sebelumnya telah diambil menggunakan jaring plangton Net, menutup dengan gelas penutup, kemudian mengamatinya dengan mikroskop. Pembesaran lemah.(100X)

Praktikum II

- Mengamati semua bahan praktikum yang telah disiapkan dan menggambarnya.

E. DATA HASIL

Praktikum I















Praktikum II













F. PEMBAHASAN

Praktikum I

Pada percobaan ini dengan sampel menggunakan air kolam yaitu dengan cara Mengambil dengan pipet tetes sediit air kolam atau limbah diatas kaca preparat kemudian mengamati dengan mikroskop.didapat hasil kumpulan Gloeocapsa (hanya tampak seperti bintik-bintik sangat kecil) kumpulan Trachoma /filamen Nostoc tampak seperti kumpulan rangkaian sel-sel bulat sangat kecil yang tersusun seperti untaian kalung mutiara, kumpulan trachoma Rivularia tampak seperti bulatan dengan kumpulan seperti benang-benang berupa rangkaian sel-sel bulatsangat kecil yang tersusun seperti untaian mutiara, trichoma stidonema tampak seperti benang-benang.

Pada daun paku air Azolla pinnata kumpulan trachoma anabaena tampak seperti kumpulan rangkaian sel-sel bulat sangat kecil, kumpulan ini terletak dalam vesikel yang ada dibawah permukaan daun Azolla, saya mengamati dengan sedikit memencet daun azolla sehingga Anabaena keluar dari vesikel.

Tumbuhan paku ini benar-benar telah berupa kormus, jadi telah jelas adanya akar, batang dan daun. Ada yang hidup sebagai saprofit dan ada pula sebagi epifit. Paku menyukai tempat lembab (higrofit), tumbuhnya mulai dari pantai (paku laut) sampai sekitar kawah-kawah (paku kawah). Berdasarkan spora yang dihasilkan dikenal 3 jenis tumbuhan paku, yaitu:

1. Paku Homosfor atau Isospor , menghasilkan satu jenis spora saja, misalnya paku kawat (Lycopodium clavatum).

2. Paku Heterospor , menghasilkan dua jenis spora yaitu: mikrospora (jantan) dan makrospora (betina), misalnya paku rane (Selaginella wildenowii) dan semanggi (Marsilea crenata).

3. Paku Peralihan, menghasilkan spora yang bentuk dan ukurannya sama (isospora) tetapi sebagian jantan dan sebagian betina (heterospora), misalnya paku ekor kuda (Equisetum debile) Akar tumbuhan paku berupa akar serabut. Pada akar paku, xilem terdapat di tengah dikelilingi floem membentuk berkas pembuluh angkut yang konsentris. Batangnya jarang tumbuh tegak di atas tanah, kecuali pada paku tiang (Alsopila sp. dan Cyathea sp.). Batang tersebut kebanyakan berupa akar tongkat (Rhizoma). Tipe berkas pembuluh angkut batang sama dengan akar, yaitu tipe konsentris.
BERMACAM-MACAM DAUN PAKU


- Daun yang kecil-kecil disebut Mikrofil

- Daun yang besar-besar disebut Makrofil dan telah mempunyai daging daun (Mesofil)

- Daun yang khusus untuk asimilasi disebut Tropofil

- Daun yang khusus menghasilkan spora disebut Sporofil


ISITILAH LAIN

- Sporangium adalah kotak spora

- Sorus adalah badan tempat berkumpulnya kotak spora

-Indusium adalah selpaut yang menlindungi sorus muda -> ciri paku Perkembangbiakan paku tergolong Metagenesis. Berbeda dengan lumut, yang sehari-hari kita sebut sebagai tanaman paku adalah fase sporofit-nya. Tumbuhan paku yang ada di bumi ini mempunyai masa kejayaan dalam zaman Paileozoikum, terutama dalam zaman karbon , disebut zaman paku. Sisa-sisanya sekarang dapat digali sebagai batubara.

Praktikum II

Pada praktikum II atau minggu yang kedua Setelah saya melakukan praktikum dapat kami uraikan sebagai berikutGanggang merupakan tumbuhan yang belum mempunyai akar, batang dan daun yang sebenarnya, tetapi sudah memiliki klorofil sehingga bersifat autotrof. Tubuhnya terdiri atas satu sel (uniseluler) dan ada pula yang banyak sel (multi seluler). Yang Uniseluler umumnya sebagai Fitoplankton sedang yang multiseluler dapat hidup sebagai Nekton, Bentos atau Perifiton.

Habitat alga adalah air atau di tempat basah, sebagai Epifit atau sebagai Endofit.

Ganggang berkembang biak dengan cara vegetatif dan generatif.

Berdasarkan perbedaan pigmen, ganggang dibagi menjadi 4 divisio

1. CLOROPHYTA (ganggang hijau)

Mengandung pigmen hijau, yaitu klorofil

Contoh :

- Chlamydomonas sp.

- Chlorella sp.

- Euglena sp. Volvox sp. mahluk transisi antara ganggang dan protozoa

2. CHRYSOPHYTA (ganggang keemasan)

Memiliki pigmen Karoten, disamping adanya klorofil. Contohnya yang paling umum adalah Navicula sp. (Ganggang kresik = Diatomae), ganggang ini mengandung zat kersik yaitu silikat. Tanah yang mengandung ganggang ini disebut Tanah Diatom, baik sekali sebagai bahan lapisan pada dinamit, dapat pula digunakan sebagai bahan penggosok, saringan dan lain-lain.

3. PHAEOPHYTA (ganggang pirang =ganggang coklat)

Memiliki pigmen Fikosantin, disamping adanya klorofil. Semua anggotanya hidup di laut.

Contohnya:


- Turbinaria australis

- Sargassum siliquosum

- Fucus vesiculosus (bahan pewarna alami)


Beberapa jenis ganggang ini menghasil-kan Asam Alginat yang berguna bagi industri tekstil dan makanan sebagai zat warna

4.RHODOPHYTA (ganggang merah)

Memiliki pigmen Fikoeritrin, di samping ada-nya klorofil.

Contohnya:

- Eucheuma spinosum, merupakan penghasil agar-agar.

- Gracillaria sp., menghasilkan bahan untuk pembuatan kosmetika


Sampel I Gracillaria sp.

Kingdom : Plantae

Divisio : Thalopyta

Kelass : Rhodopyta

Ordo : Gracillaria fiales

Famili : Gracillariaceae

Genus : Gracillaria

Spesies : Gracillaria so

Sampel II Dictyota dichotoma

Kingdom : Plantae

Divisio : Thalopyta

Kelass : Phacopyta

Ordo : Dictyotales

Famili : Dictyotaceae

Genus : Dictyota

Spesies : Dictyota dichotoma

Sampel III Halimeda sp

Kingdom : Plantae

Divisio : Thalopyta

Kelass : Chloropyta

Ordo : Halimedates

Famili : halimedaceae

Genus : Helimeda

Spesies : He;imeda sp.

Sampel IV Dyctyota sp.

Kingdom : Plantae

Divisio : Thalopyta

Kelass : Phaeopyta

Ordo : Dyctyodales

Famili : Dyctyoceae

Genus : Dytyota

Spesies : dyctyota sp


G. KESIMPULAN

Dapat saya simpulkan Alga atau sering disebut ganggang merupakan organisme berklorofil dengan jaringan yang relative tidak terdideferensiasi, karena tidak terlihat bentuk akar, batang, dan daun secara nyata Berdasarkan perbedaan pigmen, ganggang dibagi menjadi 4 divisio

1. CLOROPHYTA (ganggang hijau)

2. CHRYSOPHYTA (ganggang keemasan)

3. PHAEOPHYTA (ganggang pirang =ganggang coklat)

4. 4.RHODOPHYTA (ganggang merah)

Cirebon,1 juni 2009

Asisten Praktikum Praktikan

Turisih w TARJO

Mengetahui Dosen Mata kuliah

Novianti Muspiroh, MP

DAFTAR PUSTAKA

- Buku panduan praktikum taksonomi tumbuhan oleh : Novianti Muspiroh, MP

- Selamet sumurat juli, Kesehatan Lingkungan, Bandung, Gajah Mada University press, 2004.

- www.google.com//algae//wikipedia. Tanggal 28 mei pukul 13.00 WIB

LAPORAN PRAKTIKUM

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mandiri

Mata Kuliah :TAKSONOMI TUMBUHAN

Dosen : Novianti Muspiroh, MP



Disusun oleh

Nama : TARJO

NIM : 07460877

Prodi : IPA- BIOLOGI-2

Semester : IV ( empat )

DEPARTEMEN AGAMA RI

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI ( STAIN )

PROGRAM STUDI IPA – BIOLOGI

CIREBON 2009


FUNGI

Praktikum I

A. LATAR BELAKANG

Fungi adalah nama regnum dari sekelompok besar makhluk hidup eukariotik heterotrof yang mencerna makanannya di luar tubuh lalu menyerap molekul nutrisi ke dalam sel-selnya. Fungi memiliki bermacam-macam bentuk. Awam mengenal sebagian besar anggota Fungi sebagai jamur, kapang, khamir, atau ragi, meskipun seringkali yang dimaksud adalah penampilan luar yang tampak, bukan spesiesnya sendiri. Kesulitan dalam mengenal fungi sedikit banyak disebabkan adanya pergiliran keturunan yang memiliki penampilan yang sama sekali berbeda (ingat metamorfosis pada serangga atau katak). Fungi memperbanyak diri secara seksual dan aseksual. Perbanyakan seksual dengan cara :dua hifa dari jamur berbeda melebur lalu membentuk zigot lalu zigot tumbuh menjadi tubuh buah, sedangkan perbanyakan aseksual dengan cara : membentuk spora, bertunas atau fragmentasi hifa. Jamur memiliki kotak spora yang disebut sporangium. Di dalam sporangium terdapat spora. Contoh jamur yang membentuk spora adalah Rhizopus. Contoh jamur yang membentuk tunas adalah Saccharomyces. Hifa jamur dapat terpurus dan setiap fragmen dapat tumbuh menjadi tubuh buah. Ilmu yang mempelajari fungi disebut mikologi (dari akar kata Yunani μυκες, "lendir", dan λογοσ, "pengetahuan", "lambang"). Posisi fungi dalam taksonomi Fungi dulu dikelompokkan sebagai tumbuhan. Dalam perkembangannya, fungi dipisahkan dari tumbuhan karena banyak hal yang berbeda. Fungi bukan autotrof seperti tumbuhan melainkan heterotrof sehingga lebih dekat ke hewan. Usaha menyatukan fungi dengan hewan pada golongan yang sama juga gagal karena fungi mencerna makanannya di luar tubuh (eksternal), tidak seperti hewan yang mencerna secara internal. Selain itu, sel-sel fungi berdinding sel yang tersusun dari kitin, tidak seperti sel hewan.

Cara hidup

Fungi hidup menyerap zat organik dari lingkunganya. Berdasarkan cara memperoleh makannya, fungi mempunyai sifat sebagai berikut:Saprofit, Parasit, Mutual

Habitat Fungi hidup pada lingkungan yang beragam namun sebagian besar jamur hidup di tempat yang lembab. Habitat fungi berada di darat (terestrial) dan di tempat lembab. Meskipun demikian banyak pula fungi yang hidup pada organisme atau sisa-sisa organisme di laut atau d air tawar. Jamur juga dapat hidup di lingkungan yang asam.Reproduksi Fungi melakukan reproduksi secara aseksual dan seksual. Reproduksi secara aseksual terjadi dengan pembentukan kuncup atau tunas pada jamur uniselule serta pemutusan benang hifa (fragmentasi miselium) dan pembentukan spora aseksual (spora vegetatif) pada fungi multiseluler. Reproduksi jamur secara seksual dilakukan oleh spora seksual. Spora seksual dihasilkan secara singami. Singgami terdiri dari dua tahap, yaitu tahap plasmogami dan tahap kariogami.

B. TUJUAN

· Mengamati struktur sel dan talus dari preparat cendawan

· Merangkum karakter utama dari masing –masing preparat cendawan yang membedakanya antara divisi yang satu dengan yang lainya.

C. ALAT DAN BAHAN

· Ragi yang telah dicampur air dan dibiarkan 24 jam, oncom, tempe, roti yang telah berwarna kehijauhan, gelas obyek, gelas penutup dan mikroskop.

D. LANGKAH KERJA

1. Mengambil setetes ragi yang telah dicampur gula, kemudian diamati dengan mikroskop:

2. Mengambil sedikit jamur yang diatas oncom (dage),tempe dan roti dengan bantuan jarum preparat, kemudian diamati dengan mikroskop:

E. DATA HASIL











Jamur tempe jamur roti jamur oncom











Yeast w.m Ragi Sebelum Reaksi Ragi Sesudah Reaksi

F. PEMBAHASAN

Sebelum saya uraikan lebih lanjut terlebih dahulu saya akan mengkalisifiksikan jamur tempe, jamur oncom,jamur yeast w.m(khamir) dan jamur tempe terlebih dahulu yaitu sebagai berikut:


Klasifikasi jamur oncom

Kingdom : Fungi

Fylum : Ascomycota

Kelas : Ascomycetes

Ordo : Sordaliares

Filum : Sordariaceae

Genus : Neurospora

Spesies : Neurospora Crassa

Klasifikasi jamur tempe

Kingdom : Fungi

Fylum : Ascomycota

Kelas : Zygomycetes

Ordo : Muscorales

Filum : Muscoraceae

Genus : Rhizopus

Spesies : Rhizopus oryizae

Klasifikasi jamur Roti

Kingdom : Fungi

Fylum : Ascomycota

Kelas : Eurotimycetes

Ordo : Eurotiales

Filum : Trichocomaceae

Genus : Penicillium

Spesies : Penicillium requeforti

Klasifikasi jamur yeast w.m (khamir/ saccharomyces)

Kingdom: Fungi

Fylum : Ascomycota

Kelas : Saccharomycotina

Ordo :Schizosaccharomycetes

Filum : Saccharomyceae

Genus : Saccharomyces

Spesies : S. Cerevisiae


Setelah saya melakukan percobaan disini saya akan membahas tentang jamur dengan Ciri-Ciri Umum Jamur sebagai berikut

1. Struktur Tubuh

Struktur tubuh jamur tergantung pada jenisnya. Ada jamur yang satu sel, misalnyo jamur yang telah saya amati yaitu khamir, ada pula jamur yang multiseluler membentuk tubuh buah besar yang ukurannya mencapai satu meter, contohnyojamur kayu. Tubuh jamur tersusun dari komponen dasar yang disebut hifa. Hifa membentuk jaringan yang disebut miselium. Miselium menyusun jalinan-jalinan semu menjadi tubuh buah.

2. Cara Makan dan Habitat Jamur

Semua jenis jamur bersifat heterotrof. Namun, berbeda dengan organisme lainnya, jamur tidak memangsa dan mencernakan makanan. Clntuk memperoleh makanan, jamur menyerap zat organik dari lingkungan melalui hifa dan miseliumnya, kemudian menyimpannya dalam bentuk glikogen. Oleh karena jamur merupakan konsumen maka jamur bergantung pada substrat yang menyediakan karbohidrat, protein, vitamin, dan senyawa kimia lainnya. Semua zat itu diperoleh dari lingkungannya. Sebagai makhluk heterotrof, jamur dapat bersifat parasit obligat, parasit fakultatif, atau saprofit.

Cara hidup jamur lainnya adalah melakukan simbiosis mutualisme. Jamur yang hidup bersimbiosis, selain menyerap makanan dari organisme lain juga menghasilkan zat tertentu yang bermanfaat bagi simbionnya. Simbiosis mutualisme jamur dengan tanaman dapat dilihat pada mikoriza, yaitu jamur yang hidup di akar tanaman kacang-kacangan atau pada liken.

Jamur berhabitat pada bermacammacam lingkungan dan berasosiasi dengan banyak organisme. Meskipun kebanyakan hidup di darat, beberapa jamur ada yang hidup di air dan berasosiasi dengan organisme air. Jamur yang hidup di air biasanya bersifat parasit atau saprofit, dan kebanyakan dari kelas Oomycetes.

3. Pertumbuhan dan Reproduksi

Reproduksi jamur dapat secara seksual (generatif) dan aseksual (vegetatif). Secara aseksual, jamur menghasilkan spora. Spora jamur berbeda-beda bentuk dan ukurannya dan biasanya uniseluler, tetapi adapula yang multiseluler. Apabila kondisi habitat sesuai, jamur memperbanyak diri dengan memproduksi sejumlah besar spora aseksual. Spora aseksual dapat terbawa air atau angin. Bila mendapatkan tempat yang cocok, maka spora akan berkecambah dan tumbuh menjadi jamur dewasa.

Reproduksi secara seksual pada jamur melalui kontak gametangium dan konjugasi. Kontak gametangium mengakibatkan terjadinya singami, yaitu persatuan sel dari dua individu. Singami terjadi dalam dua tahap, tahap pertama adalah plasmogami (peleburan sitoplasma) dan tahap kedua adalah kariogami (peleburan inti). Setelah plasmogami terjadi, inti sel dari masing-masing induk bersatu tetapi tidak melebur dan membentuk dikarion. Pasangan inti dalam sel dikarion atau miselium akan membelah dalam waktu beberapa bulan hingga beberapa tahun. Akhimya inti sel melebur membentuk sel diploid yang segera melakukan pembelahan meiosis.

Untuk lebih jelasnya kita perhatikan pembiakan seksual pada Rhizopus.Tahap-tahapnya :

- hifa dari talus positif dan talus negatif saling berdekatan.

- tumbuh cabang benang hifa dari hifa positif dan hifa negatif yang berdekatan, diujung benang hifa tadi tumbuh bakal gametangium.

- bakal gametangium berubah menjadi gametangium yang berisi banyak inti haploid (n).

- dinding gametangium pecah dan inti positif bergabung dengan inti negatif membentuk inti diploid (2n), persatuan dua gametangium positif dan negatif membentuk zigospora yang berisi banyak inti diploid.

- zigospora tumbuh dindingnya menebal dan berwarna hitam, di dalamnya juga berisi makanan cadangan antara lain lemak. inti diploid hanya satu yang hidup yang lain mengalami degenerasi.

- Inti ini membelah secara meiosis dan hanya satu yang dapat hidup terus. Zigospora akan beristirahat dalam waktu yang lama.

- setelah lama istirahat spora dapat tumbuh jika ada substrat yang cocok, membentuk sporangium dengan sporangiofor. Inti haploid membelah secara meiosis menjadi inti spora yang terbentuk pada sporangium.

- jika sporangium matang dindingnya akan robek dan sporanya akan tersebar, menghasilkan spora negatif dan spora positif.

- spora tumbuh menjadi miselium yang baru.

Peranan Jamur

Peranan jamur dalam kehidupan manusia sangat banyak, baik peran yang merugikan maupun yang menguntungkan. Jamur yang menguntungkan meliputi berbagai jenis antara lain sebagai berikut.

a) Rhizopus dan Mucor berguna dalam industri bahan makanan, yaitu dalam pembuatan tempe dan oncom.

b) Khamir Saccharomyces berguna sebagai fermentor dalam industri keju, roti, dan bir.

c) Penicillium notatum berguna sebagai penghasil antibiotik.

d) Higroporus dan Lycoperdon perlatum berguna sebagai dekomposer.

Di samping peranan yang menguntungkan, beberapa jamur juga mempunyai peranan yang merugikan, antara lain sebagai berikut.

a) Phytium sebagai hama bibit tanaman yang menyebabkan penyakit rebah semai.

b) Phythophthora inf'estan menyebabkan penyakit pada daun tanaman kentang.

c) Saprolegnia sebagai parasit pada tubuh organisme air.

d) Albugo merupakan parasit pada tanaman pertanian.

e) Pneumonia carinii menyebabkan penyakit pneumonia pada paru-paru manusia.

f) Candida sp. penyebab keputihan dan sariawan pada manusia.

G. KESIMPULAN

Dapat saya simpulkan Jamur merupakan tumbuhan yang tidak mempunyai klorofil sehingga bersifat heterotrof, tipe sel: sel eukarotik. Jamur ada yang uniseluler dan multiseluler. Tubuhnya terdiri dari benang-benang yang disebut hifa, hifa dapat membentuk anyaman bercabang-cabang yang disebut miselium. Reproduksi jamur, ada yang dengan cara vegetatif ada pula dengan cara generatif

Praktikum II

A. LATAR BELAKANG

Kita telah mengenal jamur dalam kehidupan sehari-hari meskipun tidak sebaik tumbuhan lainnya. Hal itu disebabkan karena jamur hanya tumbuh pada waktu tertentu, pada kondisi tertentu yang mendukung, dan lama hidupnya terbatas. Sebagai contoh, jamur banyak muncul pada musim hujan di kayu-kayu lapuk, serasah, maupun tumpukan jerami. namun, jamur ini segera mati setelah musim kemarau tiba. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, manusia telah mampu membudidayakan jamur dalam medium buatan, misalnya jamur merang, jamur tiram, dan jamur kuping. Jamur merupakan kelompok organisme eukariotik yang membentuk dunia jamur atau regnum fungi. Jamur pada umumnya multiseluler (bersel banyak). Ciri-ciri jamur berbeda dengan organisme lainnya dalam hal cara makan, struktur tubuh, pertumbuhan, dan reproduksinya.

B. TUJUAN

  • Mengamati beberapa bentuk fungi basidiomycotina
  • Menggambarkan masing-masing preparat fungi basidiomycotina
  • Merangkum karakteristik preparat basidiomycotina.yang membedakan satu dengan yang lainnya.

C. ALAT DAN BAHAN

  • Volvariela volvaceae. Ostreatus pleurotus. Auricularia polytrica, pisau, tissu, mikroskop

D. LANGKAH KERJA

  • Mengambil masing-masing preparat kemudian mengamati dengan bantuan mikroskop kemudian menggambarnya.

E. DATA HASIL











Jamur merang depan jamur merang belakang j.merang masa kancing

F. PEMBAHASAN


Dipembahasan ini saya akan mengulas sedikit tentang jamur merang, jamur tiram dan jamur kuping.

Jamur merang (Volvariella volvacea) Tubuh buah yang masih muda berbentuk bulat telur, berwarna cokelat gelap hingga abu-abu dan dilindungi selubung. Pada tubuh buah jamur merang dewasa, tudung berkembang seperti cawan berwarna coklat tua keabu-abuan dengan bagian batang berwarna coklat muda. Jamur merang yang dijual untuk keperluan konsumsi adalah tubuh buah yang masih muda yang tudungnya belum berkembang.

Klasifikasi jamur merang

Kingdom : Fungi

Fylum : Basidiomycota

Kelas : Homobasidiomycetes

Ordo : Agaricales

Filum : Plutaceae

Genus : Volvariella

Spesies : Volvoriella volvacea

Jamur merang dibudidayakan di dalam bangunan rumah kaca yang disebut kumbung. Sesuai dengan namanya, jamur ini memilih merang dan jerami sebagai media alami utama. Menurut penelitian, limbah kapas adalah media yang memberikan hasil produksi dan pertumbuhan yang terbaik bagi jamur merang. Jamur merang dikenal sebagai warm mushroom, hidup dan mampu bertahan pada suhu yang relatif tinggi, antara 30-38°C dengan suhu optimum pada 35°C.

Jamur tiram dapat ditumbuhkan pada media kompos serbuk gergaji kayu. Miselium dan tubuh buahnya tumbuh dan berkembang baik pada suhu 25-39 ?C. Agar bakal tubuh buah terbentuk biasanya dibutuhkan kejutan fisik seperti perubahan suhu, cahaya, tingkat CO2, kelembaban relatif udara dan aerasi. Suhu substrat yang tinggi dapat memicu pertumbuhan mikroflora termofilik. Mikroorganisme termofilik tumbuh pada kisaran suhu 30-55oC, ketika tumbuh mikroorganisme tersebut menghasilkan panas yang lebih pada substrat sehingga dapat mematikan miselium jamur yang dibudidayakan. Substrat sebaiknya memiliki konduktivitas panas yang rendah, oleh karena itu susunan tinggi kompos kurang dari 25 cm dan log jamur tidak lebih dari 25 kg. Selama pembentukan tubuh buah, beberapa jamur sensitif terhadap tingkat CO2 yang tinggi, sehingga tubuh buah yang terbentuk akan memiliki tangkai yang panjang dan tudung yang kecil. Kisaran konsentrasi CO2 yang baik untuk pertumbuhan galur tertentu dari P. ostreatus antara 550-700 ppm. Faktor cahaya sangat menentukan pembentukan tubuh buah. Beberapa jamur akan membentuk tubuh buah jika kekurangan cahaya. Untuk pembentukan tubuh buahnya Pleurotus spp. diperlukan 8 jam penyinaran cahaya, namun Pleurotus yang tumbuh tanpa cahaya akan membentuk struktur seperti koral dengan banyak tangkai yang bercabang.

Klasifikasi jamur tiram

Kingdom : Fungi

Fylum : Basidiomycota

Kelas : Homobasidiomycetes

Ordo : Agaricales

Filum : Tricholomataceae

Genus : Pleurotus

Spesies : Pleurotusastreatus

Bakal tubuh buah atau primordia dari basidiomiset adalah gumpalan kecil yang terdiri dari kumpulan miselia yang akan berkembang menjadi tubuh buah. Diameter tubuh buah sekitar 1 mm. Primordia berkembang dan pada tubuh buah muda terlihat bagian-bagian tubuh buah seperti tudung dan tangkai yang terletak tidak di tengah tudung. Pada permukaan bawah tudung dari tubuh buah muda terdapat bilah-bilah (lamela). Lamela tubuh menurun dan melekat pada tangkai. Pada lamela terdapat sel-sel pembentuk spora (basidium), yang berisi basidiospora. Basidiospora biasanya dibentuk pada saat tubuh buah dewasa mengalami kematangan. Selama tepi tudung masih berlipat-lipat, tubuh buah dikatakan belum dewasa. Pada saat tepi tudung meregang penuh tubuh buah mencapai fase dewasa dan dapat dipanen. Tubuh buah yang matang biasanya rapuh dan spora-spora dapat dilepaskan.

Spora pada jamur berfungsi untuk alat reproduksi dan bertahan. Karakteristik spora sering digunakan untuk mempelajari sistematika dan klasifikasi jamur. Para ahli mikologi dapat menggunakan spora atau lebih tepatnya jejak spora yang dapat membantunya untuk mengidentifikasi ribuan spesies jamur yang memiliki tudung. Jejak spora adalah kumpulan spora dalam jumlah besar. Hal ini bisa diperoleh dengan meletakkan tudung dengan himenium menghadap ke bawah pada selembar kertas putih atau sepotong kaca. Setelah beberapa jam, terkadang tidak sampai esok harinya, lapisan spora akan terkumpul. Warna spora terbagi ke dalam 4 atau 5 tipe umum, yaitu: putih, merah muda, kuning tanah dan ungu kehitaman, namun kelompok terakhir dapat dibedakan lagi menjadi ungu dan hitam. Warna spora kadang-kadang dapat dilihat secara visual dengan melihat lamela pada jamur dewasa, tetapi kadang-kadang warna dari lamela menyembunyikan warna sporanya

Klasifikasi jamur kuping

Kingdom : Fungi

Fylum : Basidiomycota

Kelas : Heteobasidiomycetes

Ordo : Auriculariales

Filum : Auriculariaceae

Genus : Auricularia

Spesies : Auricularia polytricha

G. KESIMPULAN

Dapat saya simpulkan yang tergolong fylum BASIDIOMYCOTINACiri khasnya alat repoduksi generatifnya berupa basidium sebagai badan penghasil spora.Kebanyakan anggota spesies berukuran makroskopik.Contoh spesies:

- Volvariella volvacea :jamur merang, dapat dimakan dan sudah dibudidayakan

- Auricularia polytricha :jamur kuping, dapat dimakan dan sudah dibudidayakan

- Exobasidium vexans : parasit pada pohon teh penyebab penyakit cacar daun teh atau blister blight.

- Amanita muscaria dan Amanita phalloides: jamur beracun, habitat di daerah subtropis

- Ustilago maydis :jamur api, parasit pada jagung.

- Puccinia graminis : jamur karat, parasit pada gandum

Cirebon,8 juni 2009

Asisten Praktikum Praktikan

Turisih w TARJO

Mengetahui Dosen Mata kuliah

Novianti Muspiroh, MP

DAFTAR PUSTAKA

- Buku panduan praktikum taksonomi tumbuhan oleh : Novianti Muspiroh, MP

- www.google.com//fungi.id.com.co.id//wikipedia. Tanggal 7juni pukul 13.00 WIB

- Selamet Sumurat Juli, Kesehatan Lingkungan, 2004.Bandung, Gajah Mada University Press,

- Rochyadi, Hadi. Pegangan Biologi.1994. Bandung:CV.ARMICO

- www.google.com//jamur merang.id.com. //wikipedia. Tanggal 7juni pukul 13.00 WIB

- www.google.com//pembuatan teme //wikipedia. Tanggal 7juni pukul 13.00 WIB

LAPORAN PRAKTIKUM

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mandiri

Mata Kuliah :TAKSONOMI TUMBUHAN

Dosen : Novianti Muspiroh, MP




Disusun oleh

Nama : TARJO

NIM : 07460877

Prodi : IPA- BIOLOGI-2

Semester : IV ( empat )

DEPARTEMEN AGAMA RI

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI ( STAIN )

PROGRAM STUDI IPA – BIOLOGI

CIREBON 2009

BRYOPYTA

A. LATAR BELAKANG

Lumut merupakan tumbuhan kecil, lembut yang apakah secara khas tinggi 1-10 cm (0.4-4 inchi), meskipun beberapa jenis adalah banyak lebih besar. Mereka biasanya tumbuh berdekatan bersama-sama di dalam keset / dasar, perdu atau di tempat rindang. Mereka tidak mempunyai bunga atau biji, dan daun-daun yang sederhananya menutupi batang liat yang tipis. Pada lumut tertentu menghasilkan capsule spora yang nampak seperti paruh yang dilahirkan pada tangkai tipis. Ada kira-kira 10,000 jenis lumut digolongkan pada Bryophyta. Divisi Bryophyta dahulu mencakup tidak hanya lumut, tetapi juga liverworts dan hornworts. Sekarang ini lain, dua kelompok Bryophyta adalah ditempatkan dalam divisi tersendiri.Tumbuhan Bryophyta merupakan tumbuhan yang paling primitive yang tidak memiliki akar sesungguhnya, batang, atau tangkai. Mereka sejak lima ratus juta tahun.Bryophyta merupakan tumbuhan kecil, herbaceous yang tumbuh tertutup, selalu berkumpul menjadi alas bebatuan, tanah, ataupun menjadi epifit pada batang dan cabang tanaman.

B. TUJUAN

- Mengamati berbagai macam anggota hepaticopsida

- Mengamati bentuk tubuh dari preparat hepaticopsida

- Mengkasifikasikan berdasarkan karakteristik preparat.

C. ALAT DAN BAHAN

- Marchantia polymorpha dan Riccia natan, pisau, pipet, air, gelas preparat dan penutup, mikroskop.

D. LANGKAH KERJA

1. Mengamati berbagai bentuk preparat Marchantia polymorpha dan Riccia natan dengan bantuan mikroskop.

2. menggambar dilengkapi dengan bagian-bagiannya

E. DATA HASIL








Marchantia polymorpha Marchantia polymorpha

(depan) (belakang)








Riccia sp Riccia sp.

(depan ) (belakang)

F. PEMBAHASAN

MARCHANTIA POLYMORPHA

Kingdom : Plantae

Divisi : Hepatophyta

Subdivision : Hepaticae

Class : Hepatopsida

Subclass : Marchantiae

Ordo : Marchantiales

Family : Marchantiaceae

Genus : Marchantia

Species : Marchantia polymorpha

“Talus seperti pita, kurang lebih 2 cm lebarnya, agak tebal, berdaging, bercabang-cabang menggarpu, dan mempunyai suatu rusuk tengah yang tidak begitu menonjol. Pada sisi bawah terdapat sisik-sisik perut dan rizoid-rizoid ysng bersifat fototrop negatif. Permukaan atas talus mempunyai lapisan kutikula sehingga hampir mungkin di lalui air. Sisa-sisa jaringan talus berupa sel-sel yang tidak mengandung klorofil dan berguna sebagai tempat penimbunan zat makanan cadangan. Gametangium didukung oleh suatu cabang talus yang tumbuh tegak.Dulu digunakan sebagai bahan obat penyakit hati. (hepar).”

Setelah saya melakukan percobaan disini yang akan saya bahas yaitu tentang Bangsa Marchantiales (lumut hati bertalus) Permukaan atas talus mempunyai lapisan kutikula, oleh sebab itu hampir tak mungkin dilalui air. Jika dilihat dari atas , talus kelihatan berpetak-petak. Di bawah tiap-tiap petak di dalam talus terdapat suatu ruang udara, dan di tengah petak terdapat suatu liang udar yang menghubungkan ruang udar tadi dengan dunia luar. Liang udara itu berbentuk seperti tong dan mempunyai dinding yang lebih tinggi dari permukaan talus untuk mencegah masuknya air. Dinding liang itu terdiri atas 4 cincin, masing-masing cincin terdiri atas 4 sel. Pada dasar ruang udara terdapat sel-sel yang mengandung kloroplas.

Sisa jaringan talus berupa sel-sel yang tidak mengandung klorofil atau sangat miskin akan klorofil dan berguna sebagai tempat penimbunan zat makanan cadangan, sebagian mengandung minyak. Pada sisi bawah parenkim, tempat penimbunan makanan cadangan tersebut tertutup oleh selapis sel-sel. Pada sisi atas rusuk tengah, umumnya terdapat badan-badan seperti piala dengan tepi yang bergigi, yang merupakan piala eram atau keranjang eram, dengan di dalamnya sejumlah kuncup-kuncup eram. Badan-badan tersebut berguna sebagai alat pembiakan vegetatif bagi gametofit.

Gametangium Marchantiales didukung oleh suatu cabang talus ini tergulung, merupakan suatu tangkai. Didalam gulungan itu terdapat suatu saluran dengan benang-benang rizoid. Bagian ats cabang tadi berulang-ulang mengadakan percabangan menggarpu, hingga akhirnya membentuk suatu badan seperti bintang. Tempat anteridium dan arkegonium terpisah, jadi Marchantiales berumah dua. Pendukung anteridum dinamakan anteridiofor, pendukung arkegonium disebut arkegoniofor.

Pendukung gametangium jantan menyerupai suatu tangkai dengan suatu cakram bertoreh delapan pada ujungnya. Pada sisi atas cakram itu terdapat ruang-ruang berbentuk botol yang bermuara pada permukaan atas dengan sebuah liang yang kecil. Ruang-ruang itu berisi anteridium dan satu sama lain terpisah oleh jaringan yang mengandung ruang-ruang udara.

Pendukung gametangium betina berakhir dengan suatu badan berbentuk bintang. Kaki-kaki bintang itu biasanya berjumlah 9, tepinya berlipat kebawah, sehingga sisi atas bagian yang mendukung arkegonium itu menghadap ke bawah pula. Akibatnya arkegonium seakan-akan terdapat pada sisi bawah badan yang berbentuk bintang tadi. Letak arkegonium pada pendukungnya berderetan menurut arah jari-jari.

Tiap baris diselubungi oleh selaput yang bergigi yang dinamakan periketium. Tiga sel terdapat di pinggir, sedang yang satu di tengah-tengah lalu membelah lagi melintang, membentuk sel tutup dan sel dalam. Ketiga sel yang di pinggir itulah yang selanjutnya membelah-belah menjadi dinding perut dan leher arkegonium. Dari sel dalam akhinya terbentuk sel telur, sel saluran perut, dan sel-sel saluran leher.

Pembuahan berlangsung dalam cuaca hujan. Oleh percikan air hujan cairan yang mengandung spermatozoid terlempar dari anteridiofor ke arkegoniofor. Sel-sel epidermis badan pendukung arkegonium mempunyai papila dan membentuk suatu kapilar pada permukaan alat tersebut, yang memudahkan tergelincirnya spermatozoid masuk ke dalam arkegonium. Spermatozoid itu bereaksi kemotakis terhadap zat putih telur.

Setelah selesai pembuahan, zigot berkembang menjadi embrio yang terdiri ats banyak sel, dan akhirnya merupakan suatu sporogonium bertangkai pendak, kecil, berbentuk jorong, dan berwarna hijau. Seperti pada Anthocerotales, sel teratas hasil pembelahan zigot yan pertama, akhirnya berkembang menjadi kapsul spora. Sel yang bawah berkembang menjadi kaki dan tangkai sporogonium. Karena ada dinding-dinding perikrinal, sel-sel dalam kapsul dapat dibedakan dalam sel-sel dinding dan jaringan arkespora yang ada di dalam. Tiap sel arkespora membelah menjadi dua sel, yang sempit (kecil), yang lainnya lebar. Sel anakan yang lebar itu ada yang langsung merupakan sel induk spora, ada yang membelah lagi beberapa kali sebelum menjadi sel induk spora. Sel yang kecil tumbuh menjadi sel-sel yang panjang berbentuk seperti serabut, berdinding lunak, tetapi mempunyai penebalan-penebalan berbentuk spiral yang dinamakan elatera.

Pada marchantia kapsul spora itu mempunyai dinding yang terdiri ats selapis sel, dengan penebalan-penebalan seperti serabut. Kapsul spora mula-mula masih diselubungi oleh bekas dinding arkegonium yang ikut terangkat pada perkembangan sporogonium. Kapsul spora Marchantiales dapat menghasilkan beberapa ratus spora. Spora itu jika jatuh di tempat yang cocok akn menjadi kecambah dalam bentuk protonema yang mengandung klorofil, dan selanjutnya berkembang.

Suku Marchantiaceae dengan contoh-contoh yaitu yang telah saya lakukan percobaan yaitu :

- Marchantia polymorpha

- Riccia sp

KLASIFIKASI Riccia sp

Divisi : Bryophyta

Classis : Hepaticae

Ordo : Marchantiales

Famili : Ricciaceae

Genus : Riccia

Species : Riccia sp

Talus seperti pita, kurang lebih 2 cm lebarnya, agak tebal, berdaging, bercabang-cabang menggarpu, dan mempunyai suatu rusuk tengah yang tidak begitu menonjol.Pada sisi bawah terdapat sisik-sisik perut dan rizoid-rizoid ysng bersifat fototrop negatif. Permukaan atas talus mempunyai lapisan kutikula sehingga hampir mungkin di lalui air. Sisa-sisa jaringan talus berupa sel-sel yang tidak mengandung klorofil dan berguna sebagai tempat penimbunan zat makanan cadangan. Gametangium didukung oleh suatu cabang talus yang tumbuh tegak.

G. KESIMPULAN

Dapat saya simpulkan Lumut Hati (Hepaticeae)Pada umumnya atau dapat dikatakan kebanyakan lumut hati hidup di tempat-tempat yang basah. Dalam tubuh terdapat tubuh terdapat alat penyimpanan air, atau dapat menjadi kering tanpa mengakibatkan kematiannya. Yang bersifat epifit ada yang dapat hidup pada daun pohon-pohon dalam imba daerah tropika, dan karena hidupnya di atas daun itulah hingga lumut tadi merupakan suatu bentuk ekologi yang khusus dinamakan epifit. Hepaticae dapat dibedakan menjadi beberapa bangsa yaitu :

1. Bangsa Anthocerotales

2. Bangsa Marchantiales

3. Bangsa Jungermaniales

4. Bangsa Anthocerotales

BRYOPYTA

A. LATAR BELAKANG

Lumut merupakan tumbuhan kecil, lembut yang apakah secara khas tinggi 1-10 cm (0.4-4 inchi), meskipun beberapa jenis adalah banyak lebih besar. Mereka biasanya tumbuh berdekatan bersama-sama di dalam keset / dasar, perdu atau di tempat rindang. Mereka tidak mempunyai bunga atau biji, dan daun-daun yang sederhananya menutupi batang liat yang tipis. Pada lumut tertentu menghasilkan capsule spora yang nampak seperti paruh yang dilahirkan pada tangkai tipis. Ada kira-kira 10,000 jenis lumut digolongkan pada Bryophyta. Divisi Bryophyta dahulu mencakup tidak hanya lumut, tetapi juga liverworts dan hornworts. Sekarang ini lain, dua kelompok Bryophyta adalah ditempatkan dalam divisi tersendiri.Tumbuhan Bryophyta merupakan tumbuhan yang paling primitive yang tidak memiliki akar sesungguhnya, batang, atau tangkai. Mereka sejak lima ratus juta tahun.Bryophyta merupakan tumbuhan kecil, herbaceous yang tumbuh tertutup, selalu berkumpul menjadi alas bebatuan, tanah, ataupun menjadi epifit pada batang dan cabang tanaman.

B. TUJUAN

- Mengamati berbagai macam anggota hepaticopsida

- Mengamati bentuk tubuh dari preparat hepaticopsida

- Mengkasifikasikan berdasarkan karakteristik preparat.

C. ALAT DAN BAHAN

- Pogonatum Sp, pisau, pipet, air, gelas preparat dan penutup, mikroskop.

D. LANGKAH KERJA

1. Mengamati berbagai bentuk preparat Pogonatum Sp dengan bantuan mikroskop.

2. menggambar dilengkapi dengan bagian-bagiannya

E. DATA HASIL




Pogonatum sp

F. PEMBAHASAN

KLASIFIKASI Pogonatum Sp

- Divisi : Bryophyta

- Classis : Hepaticae

- Ordo : Bryales

- Famili : Polytrichaceae

- Genus : Pogonatum

- Species : Pogonatum Sp

Setelah kami melakukan percobaan dapat saya bahas sebagai berikut Lumut merupakan tumbuhan darat sejati, walaupun masih menyukai tempat yang lembab dan basah. Lumut yang hidup di air jarang kita jumpai, kecuali lumut gambut (sphagnum sp.). Pada lumut, akar yang sebenarnya tidak ada, tumbuhan ini melekata dengan perantaraan Rhizoid (akar semu), olehkaren aitu tumbuhan lumut merupakan bentuk peralihan antara tumbuhan ber-Talus (Talofita) dengan tumbuhan ber-Kormus (Kormofita). Lumut mempunyai klorofil sehingga sifatnya autotrof.

Lumut tumbuh di berbagai tempat, yang hidup pada daun-daun disebut sebagai epifil. Jika pada hutan banyak pohon dijumpai epifil maka hutan demikian disebut hutan lumut.

Akar dan batang pada lumut tidak mempunyai pembuluh angkut (xilem dan floem).

Pada tumbuhan lumut terdapat Gametangia (alat-alat kelamin) yaitu:

a. Alat kelamin jantan disebut Anteridium yang menghasilkan Spermtozoid

b. alat kelamin betina disebut Arkegonium yang menghasilkan Ovum

Jika kedua gametangia terdapat dalam satu individu disebut berumah satu (Monoesius). Jika terpisah pada dua individu disebut berumah dua (Dioesius). Gerakan spermatozoid ke arah ovum berupakan Gerak Kemotaksis, karena adanya rangsangan zat kimia berupa lendir yang dihasilkna oleh sel telur.

Sporogonium adalah badan penghasil spora, dengan bagian bagian :

- Vaginula (kaki)

- Seta (tangkai)

- Apofisis (ujung seta yang melebar)

- Kotak Spora : Kaliptra (tudung) dan Kolumela (jaringan dalam kotak spora yang tidak ikut membentuk spora). Spora lumut bersifat haploid.

Lumut daun dapat tumbuh di atas tanah-tanah gundul yang periodic mengalami masa kekeringan, bahkan di atas pasir yang bergerak pun dapat tumbuh. Selanjutnya lumut-lumut itu dapat kita jumpai di antara rumput-rumput, di atas batu-batu cadas, pada batang dan cabang-cabang pohon, di rawa-rawa tetapi jarang di air.

Bryopsida merupakan class lumut terbesar, terdiri 95% dari seluruh spesies lumut, kira-kira 9.500 spesies.Kelompok ini terkenal dengan memilikinya spore capsules dengan gigi yaitu Arthrodontous; yang terpisah dari lainnya dan tergabung di dasar dimana mereka mengikat untuk membuka capsule. Gigi ini mengemuka saat penutup operculum jatuh. Pada kelompok lumut lain, capsule adalah nematodontous dengan operculum terikat, atau lainnya membuka tanpa operculum atau gigi

Susunan lumut daun pada substrat dengan menggunakan rizoid yang multiseluler yang dapat bercabang-cabang. Mempunyai daun yang berusuk dan tersusun dalam 3-8 deret pada sumbunya. Sumbu (batang) pada lumut daun biasanya menunjukkan deferensiasi menjadi epidermis, korteks, dan silinder pusat

Perkembang biakan alat kelamin berkumpul pada Ujung batang atau cabang-cabangnya , dan dikelilingi oleh daun yang letaknya paling atas. Daun-daun itu kadang-kadang mempunyai bentuk dan susunan yang khusus dan seperti pada jungermaniales juga dinamakan Periantum. Alat-alat kelamin itu dikatakan bersifat banci atau berumah satu, jika dalam kelompok itu terdapat kumpulan arkegonium dan anteridium terpisah tempatnya. Diantara alat-alat kelamin dalam kelompok itu biasanya terdapat sejumlah rambut-rambut yang terdiri dari banyak sel dan dapat mengeluarkan suatu cairan. Seperti pada tubuh buah fungi rambut-rambut seteril itu dinamakan parafisis

Gametofit dari lumut daun umumnya dibedakan dalam 2 tingkatan yaitu protonema yang terdiri dari benang bercabang-cabang, dan gametafora yang berbatang dan berdaun.

Sporogonium dari lumut daun terdiri atas bagian kaki, seta dan kapsul. Selanjutnya bagian kapsul mempunyai bagian-bagian yang dinamakan apofise, kotak spora atau teka, dan tutup atau operkulum.

G. KESIMPULAN

Dapat saya simpulkan Susunan tubuh lumut daun melekat pada substrat dengan menggunakan rizoid yang multiseluler bercabang-cabang , Perkembangbiakan lumut daun ada dua yaitu berumah satu jika dalam kelompok itu terdapat arkegonium maupun anteridium dan berumah dua jika kumpulan arkegonium dan anteridium terpisah , Dijumpai ditepi-tepi sungai atau danau dan seringkali disepanjang selokan, dan ditepi jalan yang basah atau lembab, Tubuh utama berupa gametofit yang mempunyai talus berbentuk cakram dengan tepi bertoreh, biasanya melekat pada tanah dengan perantara-perantara rizoid-rizoid susunan talus masih sederhana, sel-selnya hanya mempunyai suatu kloroplas dengan satu pirunoid besar. Secara seksual, dengan membentuk anteridium dan arkhegonium

Cirebon,22 juni 2009

Asisten Praktikum Praktikan

Turisih w TARJO

Mengetahui Dosen Mata kuliah

Novianti Muspiroh, MP

DAFTAR PUSTAKA

- Buku panduan praktikum taksonomi tumbuhan oleh : Novianti Muspiroh, MP

- Selamet Sumurat Juli, Kesehatan Lingkungan, 2004.Bandung, Gajah Mada University Press,

- Rochyadi, Hadi. Pegangan Biologi.1994. Bandung:CV.ARMICO

- www.google.com//lumut/ Marchantiales.id.com. //wikipedia. Tanggal 11juni pukul 13.00 WIB

- www.google.com// http:/ www.lumut hati.com. //wikipedia. Tanggal 11juni pukul 13.00 WIB

- .http://id.wikipedia.org/wiki/Tumbuhan_lumut. Diakses Tanggal 13 juni 2009

- Tjitrosoepomo, Gembong. 2003. Taksonomi Tumbuhan. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press


LAPORAN PRAKTIKUM

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mandiri

Mata Kuliah :TAKSONOMI TUMBUHAN

Dosen : Novianti Muspiroh, MP





Disusun oleh

Nama : TARJO

NIM : 07460877

Prodi : IPA- BIOLOGI-2

Semester : IV ( empat )

DEPARTEMEN AGAMA RI

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI ( STAIN )

PROGRAM STUDI IPA – BIOLOGI

CIREBON 2009

FUNGI

A. LATAR BELAKANG

Fungi adalah nama regnum dari sekelompok besar makhluk hidup eukariotik heterotrof yang mencerna makanannya di luar tubuh lalu menyerap molekul nutrisi ke dalam sel-selnya. Fungi memiliki bermacam-macam bentuk. Awam mengenal sebagian besar anggota Fungi sebagai jamur, kapang, khamir, atau ragi, meskipun seringkali yang dimaksud adalah penampilan luar yang tampak, bukan spesiesnya sendiri. Kesulitan dalam mengenal fungi sedikit banyak disebabkan adanya pergiliran keturunan yang memiliki penampilan yang sama sekali berbeda (ingat metamorfosis pada serangga atau katak). Fungi memperbanyak diri secara seksual dan aseksual. Perbanyakan seksual dengan cara :dua hifa dari jamur berbeda melebur lalu membentuk zigot lalu zigot tumbuh menjadi tubuh buah, sedangkan perbanyakan aseksual dengan cara : membentuk spora, bertunas atau fragmentasi hifa. Jamur memiliki kotak spora yang disebut sporangium. Di dalam sporangium terdapat spora. Contoh jamur yang membentuk spora adalah Rhizopus. Contoh jamur yang membentuk tunas adalah Saccharomyces. Hifa jamur dapat terpurus dan setiap fragmen dapat tumbuh menjadi tubuh buah. Ilmu yang mempelajari fungi disebut mikologi (dari akar kata Yunani μυκες, "lendir", dan λογοσ, "pengetahuan", "lambang"). Posisi fungi dalam taksonomi Fungi dulu dikelompokkan sebagai tumbuhan. Dalam perkembangannya, fungi dipisahkan dari tumbuhan karena banyak hal yang berbeda. Fungi bukan autotrof seperti tumbuhan melainkan heterotrof sehingga lebih dekat ke hewan. Usaha menyatukan fungi dengan hewan pada golongan yang sama juga gagal karena fungi mencerna makanannya di luar tubuh (eksternal), tidak seperti hewan yang mencerna secara internal. Selain itu, sel-sel fungi berdinding sel yang tersusun dari kitin, tidak seperti sel hewan.

Cara hidup

Fungi hidup menyerap zat organik dari lingkunganya. Berdasarkan cara memperoleh makannya, fungi mempunyai sifat sebagai berikut:Saprofit, Parasit, Mutual

Habitat Fungi hidup pada lingkungan yang beragam namun sebagian besar jamur hidup di tempat yang lembab. Habitat fungi berada di darat (terestrial) dan di tempat lembab. Meskipun demikian banyak pula fungi yang hidup pada organisme atau sisa-sisa organisme di laut atau d air tawar. Jamur juga dapat hidup di lingkungan yang asam.Reproduksi Fungi melakukan reproduksi secara aseksual dan seksual. Reproduksi secara aseksual terjadi dengan pembentukan kuncup atau tunas pada jamur uniselule serta pemutusan benang hifa (fragmentasi miselium) dan pembentukan spora aseksual (spora vegetatif) pada fungi multiseluler. Reproduksi jamur secara seksual dilakukan oleh spora seksual. Spora seksual dihasilkan secara singami. Singgami terdiri dari dua tahap, yaitu tahap plasmogami dan tahap kariogami.

B. TUJUAN

· Mengamati struktur sel dan talus dari preparat cendawan

· Merangkum karakter utama dari masing –masing preparat cendawan yang membedakanya antara divisi yang satu dengan yang lainya.

C. ALAT DAN BAHAN

· Ragi yang telah dicampur air dan dibiarkan 24 jam, oncom, tempe, roti yang telah berwarna kehijauhan, gelas obyek, gelas penutup dan mikroskop.

D. LANGKAH KERJA

1. Mengambil setetes ragi yang telah dicampur gula, kemudian diamati dengan mikroskop:

2. Mengambil sedikit jamur yang diatas oncom (dage),tempe dan roti dengan bantuan jarum preparat, kemudian diamati dengan mikroskop:

E. DATA HASIL











Jamur merang depan jamur merang belakang j.merang masa kancing

Jamur tempe jamur roti jamur oncom














Yeast w.m Ragi Sebelum Reaksi Ragi Sesudah Reaksi

F. PEMBAHASAN

Setelah saya melakukan percobaan disini saya akan membahas tentang jamur dengan Ciri-Ciri Umum Jamur sebagai berikut

Kita telah mengenal jamur dalam kehidupan sehari-hari meskipun tidak sebaik tumbuhan lainnya. Hal itu disebabkan karena jamur hanya tumbuh pada waktu tertentu, pada kondisi tertentu yang mendukung, dan lama hidupnya terbatas. Sebagai contoh, jamur banyak muncul pada musim hujan di kayu-kayu lapuk, serasah, maupun tumpukan jerami. namun, jamur ini segera mati setelah musim kemarau tiba. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, manusia telah mampu membudidayakan jamur dalam medium buatan, misalnya jamur merang, jamur tiram, dan jamur kuping. Jamur merupakan kelompok organisme eukariotik yang membentuk dunia jamur atau regnum fungi. Jamur pada umumnya multiseluler (bersel banyak). Ciri-ciri jamur berbeda dengan organisme lainnya dalam hal cara makan, struktur tubuh, pertumbuhan, dan reproduksinya.

1. Struktur Tubuh

Struktur tubuh jamur tergantung pada jenisnya. Ada jamur yang satu sel, misalnyo khamir, ada pula jamur yang multiseluler membentuk tubuh buah besar yang ukurannya mencapai satu meter, contohnyojamur kayu. Tubuh jamur tersusun dari komponen dasar yang disebut hifa. Hifa membentuk jaringan yang disebut miselium. Miselium menyusun jalinan-jalinan semu menjadi tubuh buah.

Hifa adalah struktur menyerupai benang yang tersusun dari dinding berbentuk pipa. Dinding ini menyelubungi membran plasma dan sitoplasma hifa. Sitoplasmanya mengandung organel eukariotik. Kebanyakan hifa dibatasi oleh dinding melintang atau septa. Septa mempunyai pori besar yang cukup untuk dilewati ribosom, mitokondria, dan kadangkala inti sel yang mengalir dari sel ke sel. Akan tetapi, adapula hifa yang tidak bersepta atau hifa senositik. Struktur hifa senositik dihasilkan oleh pembelahan inti sel berkali-kali yang tidak diikuti dengan pembelahan sitoplasma. Hifa pada jamur yang bersifat parasit biasanya mengalami modifikasi menjadi haustoria yang merupakan organ penyerap makanan dari substrat; haustoria dapat menembus jaringan substrat.

2. Cara Makan dan Habitat Jamur

Semua jenis jamur bersifat heterotrof. Namun, berbeda dengan organisme lainnya, jamur tidak memangsa dan mencernakan makanan. Clntuk memperoleh makanan, jamur menyerap zat organik dari lingkungan melalui hifa dan miseliumnya, kemudian menyimpannya dalam bentuk glikogen. Oleh karena jamur merupakan konsumen maka jamur bergantung pada substrat yang menyediakan karbohidrat, protein, vitamin, dan senyawa kimia lainnya. Semua zat itu diperoleh dari lingkungannya. Sebagai makhluk heterotrof, jamur dapat bersifat parasit obligat, parasit fakultatif, atau saprofit. Lihat Gambar 5.3.

a. Parasit obligat merupakan sifat jamur yang hanya dapat hidup pada inangnya,
sedangkan di luar inangnya tidak dapat hidup. Misalnya, Pneumonia
carinii
(khamir yang menginfeksi paru-paru penderita AIDS).

b. Parasit fakultatif adalah jamur yang bersifat parasit jika mendapatkan inang yang
sesuai, tetapi bersifat saprofit jika tidak mendapatkan inang yang
cocok.

c. Saprofit merupakan jamur pelapuk dan pengubah susunan zat organik yang mati. Jamur saprofit menyerap makanannya dari organisme yang telah mati seperti kayu tumbang dan buah jatuh. Sebagian besar jamur saprofitmengeluar-kan enzim hidrolase pada substrat makanan untuk mendekomposisi molekul kompleks menjadi molekul sederhana sehingga mudah diserap oleh hifa. Selain itu, hifa dapat juga langsung menyerap bahanbahan organik dalam bentuk sederhana yang dikeluarkan oleh inangnya.

Cara hidup jamur lainnya adalah melakukan simbiosis mutualisme. Jamur yang hidup bersimbiosis, selain menyerap makanan dari organisme lain juga menghasilkan zat tertentu yang bermanfaat bagi simbionnya. Simbiosis mutualisme jamur dengan tanaman dapat dilihat pada mikoriza, yaitu jamur yang hidup di akar tanaman kacang-kacangan atau pada liken.

Jamur berhabitat pada bermacammacam lingkungan dan berasosiasi dengan banyak organisme. Meskipun kebanyakan hidup di darat, beberapa jamur ada yang hidup di air dan berasosiasi dengan organisme air. Jamur yang hidup di air biasanya bersifat parasit atau saprofit, dan kebanyakan dari kelas Oomycetes.

3. Pertumbuhan dan Reproduksi

Reproduksi jamur dapat secara seksual (generatif) dan aseksual (vegetatif). Secara aseksual, jamur menghasilkan spora. Spora jamur berbeda-beda bentuk dan ukurannya dan biasanya uniseluler, tetapi adapula yang multiseluler. Apabila kondisi habitat sesuai, jamur memperbanyak diri dengan memproduksi sejumlah besar spora aseksual. Spora aseksual dapat terbawa air atau angin. Bila mendapatkan tempat yang cocok, maka spora akan berkecambah dan tumbuh menjadi jamur dewasa.

Reproduksi secara seksual pada jamur melalui kontak gametangium dan konjugasi. Kontak gametangium mengakibatkan terjadinya singami, yaitu persatuan sel dari dua individu. Singami terjadi dalam dua tahap, tahap pertama adalah plasmogami (peleburan sitoplasma) dan tahap kedua adalah kariogami (peleburan inti). Setelah plasmogami terjadi, inti sel dari masing-masing induk bersatu tetapi tidak melebur dan membentuk dikarion. Pasangan inti dalam sel dikarion atau miselium akan membelah dalam waktu beberapa bulan hingga beberapa tahun. Akhimya inti sel melebur membentuk sel diploid yang segera melakukan pembelahan meiosis.

JAMUR DIBAGI MENJADI 6 DIVISI :

1. MYXOMYCOTINA (Jamur lendir)

• Myxomycotina merupakan jamur yang paling sederhana.

• Mempunyai 2 fase hidup, yaitu:

- fase vegetatif (fase lendir) yang dapat bergerak seperti amuba, disebut plasmodium

- fase tubuh buah

• Reproduksi : secara vegetatif dengan spora, yaitu spora kembara yang disebut myxoflagelata.
Contoh spesies : Physarum polycephalum

2. OOMYCOTINA

• Tubuhnya terdiri atas benang/hifa tidak bersekat, bercabang-cabang dan mengandung banyak inti.

• Reproduksi:

- Vegetatif : yang hidup di air dengan zoospora yang hidup di darat dengan

- sporangium dan konidia.

- - Generatif : bersatunya gamet jantan dan betina membentuk oospora yang selanjutnya tumbuh menjadi individu baru.

Contoh spesies:

a. Saprolegnia sp. : hidup saprofit pada bangkai ikan, serangga darat maupun serangga air.

b. Phytophora infestans: penyebab penyakit busuk pada kentang.

ZYGOMYCOTINA
• Tubuh multiseluler.
• Habitat umumnya di darat sebagai saprofit.
• Hifa tidak bersekat.
• Reproduksi:
- Vegetatif: dengan spora.
-
Generatif: dengan konyugasi hifa (+) dengan hlifa (-) akan
menghasilkan zigospora yang nantinya akan tumbuh menjadi
individu baru.

Contoh spesies:

a. Mucor mucedo : biasa hidup di kotoran ternak dan roti.

b. Rhizopus oligosporus : jamur tempe.

3. ASCOMYCOTINA

- • Tubuh ada yang uniseluler dan ada yang multi se lul er.

- • Ascomycotina, multiseluler, hifanya bersekat dan berinti banyak.

- • Hidupnya: ada yang parasit, saprofit, ada yang bersimbiosis dengan ganggang membentuk Lichenes (Lumut kerak).

Reproduksi:

- Vegetatif : pada jamur uniseluler membentuk tunas-tunas, pada yang multiseluler membentuk spora dari konidia.

- Generatif: Membentuk askus yang menghasilkan askospora.

Contoh spesies:

- Sacharomyces cerevisae:

sehari-hari dikenal sebagai ragi.

- berguna untuk membuat bir, roti maupun alkohol.

- mampu mengubah glukosa menjadi alkohol dan CO2 dengan proses fermentasi.

- Neurospora sitophila:jamur oncom.

- Peniciliium noJaJum dan Penicillium chrysogenum penghasil antibiotika penisilin.

- Penicillium camemberti dan Penicillium roqueforti berguna untuk mengharumkan keju.

- Aspergillus oryzae untuk membuat sake dan kecap.

- Aspergillus wentii untuk membuat kecap

- Aspergillus flavus menghasilkan racun aflatoksin hidup pada biji-bijian. flatoksin salah satu penyebab kanker hati.

- Claviceps purpurea hidup sebagai parasit padabakal buah Gramineae.

4. BASIDIOMYCOTINA

• Ciri khasnya alat repoduksi generatifnya berupa basidium sebagai badan penghasil spora.

• Kebanyalcan anggota spesies berukuran makroskopik.

Contoh spesies:

- Volvariella volvacea :jamur merang, dapat dimakan dan sudah dibudidayakan

- Auricularia polytricha :jamur kuping, dapat dimakan dan sudah dibudidayakan

- Exobasidium vexans : parasit pada pohon teh penyebab penyakit cacar daun teh atau blister blight.

- Amanita muscaria dan Amanita phalloides: jamur beracun, habitat di daerah subtropis

- Ustilago maydis :jamur api, parasit pada jagung.

- Puccinia graminis : jamur karat, parasit pada gandum

5. DEUTEROMYCOTIN

Nama lainnya Fungi Imperfecti (jamur tidak sempurna) dinamakan demikian karena pada jamur ini belum diketahui dengan pasti cara pembiakan secara generatif.

Contoh : Jamur Oncom sebelum diketahui pembiakan generatifnya dinamakan Monilia sitophila tetapi setelah diketahui pembiakan generatifnya yang berupa askus namanya diganti menjadi Neurospora sitophila dimasukkan ke dalam Ascomycotina.

Banyak penyakit kulit karena jamur (dermatomikosis) disebabkan oleh jamur dari golongan ini, misalnya :Epidermophyton fluocosum penyebab penyakit kaki atlit, Microsporum sp., Trichophyton sp. penyebab penyakit kurap.

Ø MIKORHIZA

Mikorhiza adalah simbiosis antara jamur dengan tumbuhan tingkat tinggi, jamur yang dari Divisio Zygomycotina, Ascomycotina dan Basidiomycotina.

Ø LICHENES / LIKENES

Likenes adalah simbiosis antara ganggang dengan jamur, ganggangnya berasal dari ganggang hijau atau ganggang biru, jamurnya berasal dari Ascomycotina atau Basidiomycotina. Likenes tergolong tumbuhan pionir/vegetasi perintis karena mampu hidup di tempat-tempat yang ekstrim.

Contoh :

• Usnea dasypoga

• Parmelia acetabularis

Peranan Jamur

Peranan jamur dalam kehidupan manusia sangat banyak, baik peran yang merugikan maupun yang menguntungkan. Jamur yang menguntungkan meliputi berbagai jenis antara lain sebagai berikut.

a) Volvariella volvacea (jamur merang) berguna sebagai bahan pangan berprotein tinggi.

b) Rhizopus dan Mucor berguna dalam industri bahan makanan, yaitu dalam pembuatan tempe dan oncom.

c) Khamir Saccharomyces berguna sebagai fermentor dalam industri keju, roti, dan bir.

d) Penicillium notatum berguna sebagai penghasil antibiotik.

e) Higroporus dan Lycoperdon perlatum berguna sebagai dekomposer.

Di samping peranan yang menguntungkan, beberapa jamur juga mempunyai peranan yang merugikan, antara lain sebagai berikut.

a) Phytium sebagai hama bibit tanaman yang menyebabkan penyakit rebah semai.

b) Phythophthora inf'estan menyebabkan penyakit pada daun tanaman kentang.

c) Saprolegnia sebagai parasit pada tubuh organisme air.

d) Albugo merupakan parasit pada tanaman pertanian.

e) Pneumonia carinii menyebabkan penyakit pneumonia pada paru-paru manusia.

f) Candida sp. penyebab keputihan dan sariawan pada manusia.

G. KESIMPULAN

Dapat saya simpulkan Jamur merupakan tumbuhan yang tidak mempunyai klorofil sehingga bersifat heterotrof, tipe sel: sel eukarotik. Jamur ada yang uniseluler dan multiseluler. Tubuhnya terdiri dari benang-benang yang disebut hifa, hifa dapat membentuk anyaman bercabang-cabang yang disebut miselium. Reproduksi jamur, ada yang dengan cara vegetatif ada pula dengan cara generatif.

Jamur dibagi menjadi 6 divisi :

Ø Myxomycotina (jamur lendir)

Ø Oomycotina

Ø Zygomycotina

Ø Ascomycotina

Ø Basidiomycotina

Ø Deuteromycoti

Cirebon,8 juni 2009

Asisten Praktikum Praktikan

Turisih w TARJO

Mengetahui Dosen Mata kuliah

Novianti Muspiroh, MP

DAFTAR PUSTAKA

- Buku panduan praktikum taksonomi tumbuhan oleh : Novianti Muspiroh, MP

- www.google.com//fungi.id.com.co.id//wikipedia. Tanggal 7juni pukul 13.00 WIB

- Selamet Sumurat Juli, Kesehatan Lingkungan, 2004.Bandung, Gajah Mada University Press,

- Rochyadi, Hadi. Pegangan Biologi.1994. Bandung:CV.ARMIC


LAPORAN PRAKTIKUM

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mandiri

Mata Kuliah :TAKSONOMI TUMBUHAN

Dosen : Novianti Muspiroh, MP

Disusun oleh

Nama : TARJO

NIM : 07460877

Prodi : IPA- BIOLOGI-2

Semester : IV ( empat )

DEPARTEMEN AGAMA RI

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI ( STAIN )

PROGRAM STUDI IPA – BIOLOGI

CIREBON 2009


FUNGI

A. LATAR BELAKANG

Kita telah mengenal jamur dalam kehidupan sehari-hari meskipun tidak sebaik tumbuhan lainnya. Hal itu disebabkan karena jamur hanya tumbuh pada waktu tertentu, pada kondisi tertentu yang mendukung, dan lama hidupnya terbatas. Sebagai contoh, jamur banyak muncul pada musim hujan di kayu-kayu lapuk, serasah, maupun tumpukan jerami. namun, jamur ini segera mati setelah musim kemarau tiba. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, manusia telah mampu membudidayakan jamur dalam medium buatan, misalnya jamur merang, jamur tiram, dan jamur kuping.

Tubuh lichenes dinamakan thallus yang secara vegetatif mempunyai kemiripan dengan alga dan jamur. Thallus ini berwarna abu-abu atau abu-abu

kehijauan. Beberapa spesies ada yang berwarna kuning, oranye, coklat atau merah dengan habitat yang bervariasi.

Bagian tubuh yang memanjang secara selluler dinamakan hifa. Hifa merupakan organ vegetatif dari thallus atau miselium yang biasanya tidak dikenal pada jamur yang bukan lichenes. Alga selalu berada pada bagian permukaan dari thallus.

CIRI-CIRI UMUM JAMUR

Jamur merupakan kelompok organisme eukariotik yang membentuk dunia jamur atau regnum fungi. Jamur pada umumnya multiseluler (bersel banyak). Ciri-ciri jamur berbeda dengan organisme lainnya dalam hal cara makan, struktur tubuh, pertumbuhan, dan reproduksinya.

B. TUJUAN

- Mengamati berbagai macam anggota ichenes dan mikoriza.

- Mengamati dan menggambarkan perbedaan masing-masing preparat.

- Mengkasifikasikan berdasarkan karakteristik yang terdapat pada masing-masing preparat.

C. ALAT DAN BAHAN

- Lichenes, bintil akar leguminase, pisau, pipet, air, gelas preparat dan penutup, mikroskop.

D. LANGKAH KERJA

1. Mengamati berbagai bentuk preparat lichenes, dengan bantuan mikroskop.

2. Mengiris bintil akar, mengambil sedikit untuk diamati di mikroskop.

E. DATA HASIL

Akar kacang melintang akar kacang membujur lichenes.

F. PEMBAHASAN

Setelah saya melakukan percobaan disinai saya akan membahas tentang lichenes dan mikoriza, yang pertama lichenes yaitu sebagai berikut:

Lichenes (lumut kerak) merupakan gabungan antara fungi dan alga sehingga secara morfologi dan fisiologi merupakan satu kesatuan. Lumut ini hidup secara epifit pada pohon-pohonan, di atas tanah terutama di daerah sekitar kutub utara, di atas batu cadas, di tepi pantai atau gunung-gunung yang tinggi.

Tumbuhan ini tergolong tumbuhan perintis yang ikut berperan dalam pembentukan tanah. Tumbuhan ini bersifat endolitik karena dapat masuk pada bagian pinggir batu. Dalam hidupnya lichenes tidak memerlukan syarat hidup yang tinggi dan tahan terhadap kekurangan air dalam jangka waktu yang lama.

Lichenes yang hidup pada batuan dapat menjadi kering karena teriknya matahari,tetapi tumbuhan ini tidak mati, dan jika turun hujan bisa hidup kembali. Lichenes menghasilkan lebih dari 500 senyawa biokimia yang unik untuk dapat beradaptasi pada habitat yang ekstrim. Senyawa tersebut berguna untuk mengontrol sinar terik matahari, mengusir/menolak (repellen) herbivora, membunuh mikroba dan mengurangi kompetisi dengan tumbuhan, dll. Diantaranya berbagai jenis pigmen dan antibiotik yang juga membuat lichenes ini sangat berguna bagi manusia pada masyarakat tradisional.

Tumbuhan ini memiliki warna yang bervariasi seperti putih, hijau keabuabuan, kuning, oranye, coklat, merah dan hitam. Alga dan jamur bersimbiosis membentuk lichenes baru jika bertemu jenis yang tepat. Para ahli mengemukakan berbagai pendapat mengenai pengelompokan atau klasifikasi lichenes dalam dunia tumbuhan. Ada yang berpendapat bahwa lichenes dimasukkan ke dalam kelompok yang tidak terpisah dari jamur, tapi kebanyakan ahli berpedapat bahwa lichenes perlu dipisahkan dari fungi atau menjadi golongan tersendiri. Alasan dari pendapat yang kedua ini adalah karena jamur yang membangun tubuh lichenes tidak akan membentuk tubuh lichenes tanpa alga. Hal lain didukung oleh karena adanya zat-zat hasil metabolisme yang tidak ditemui pada alga dan jamur yang hidup terpisah.

Klasifikasi lichenes

Kingdom : Fungi

Fylum : Ascomycota

Kelas : Ascomycetes

Ordo : Lecanorales

Filum : Stereocaplaceae

Genus : Piliphorus

Spesies : Piliphorus acicularis

Istilah mikoriza diambil dari Bahasa Yunani yang secara harfiah berarti jamur (mykos = miko) dan akar (rhiza). Jamur ini membentuk simbiosa mutualisme antara jamur dan akar tumbuhan. Jamur memperoleh karbohidrat dalam bentuk gula sederhana (glukosa) dari tumbuhan. Sebaliknya, jamur menyalurkan air dan hara tanah untuk tumbuhan. Mikoriza merupakan jamur yang hidup secara bersimbiosis dengan sistem perakaran tanaman tingkat tinggi. Walau ada juga yang bersimbiosis dengan rizoid (akar semu) jamur. Asosiasi antara akar tanaman dengan jamur ini memberikan manfaat yang sangat baik bagi tanah dan tanaman inang yang merupakan tempat jamur tersebut tumbuh dan berkembang biak. Jamur mikoriza berperan untuk meningkatkan ketahanan hidup bibit terhadap penyakit dan meningkatkan pertumbuhan

Mikoriza dikenal dengan jamur tanah karena habitatnya berada di dalam tanah dan berada di area perakaran tanaman (rizosfer). Selain disebut sebagai jamur tanah juga biasa dikatakan sebagai jamur akar. Keistimewaan dari jamur ini adalah kemampuannya dalam membantu tanaman untuk menyerap unsur hara terutama unsur hara Phosphates .Mikoriza merupakan suatu bentuk hubungan simbiosis mutualistik antar cendawan dengan akar tanaman. Baik cendawan maupun tanaman sama-sama memperoleh keuntungan dari asosiasi ini. infeksi ini antara lain berupa pengambilan unsur hara dan adaptasi tanaman yang lebih baik. Dilain pihak, cendawan pun dapat memenuhi keperluan hidupnya (karbohidrat dan keperluan tumbuh lainnya) dari tanaman inang

Cendawan Mikoriza Arbuskular merupakan tipe asosiasi mikoriza yang tersebar sangat luas dan ada pada sebagian besar ekosistem yang menghubungkan antara tanaman dengan rizosfer. Simbiosis terjadi dalam akar tanaman dimana cendawan mengkolonisasi apoplast dan sel korteks untuk memperoleh karbon dari hasil fotosintesis dari tanaman. CMA termasuk fungi divisi Zygomicetes, famili Endogonaceae yang terdiri dari Glomus, Entrophospora, Acaulospora, Archaeospora, Paraglomus, Gigaspora dan Scutellospora. Hifa memasuki sel kortek akar, sedangkan hifa yang lain menpenetrasi tanah, membentuk chlamydospores

Berdasarkan struktur dan cara cendawan menginfeksi akar, mikoriza dapat dikelompokkam ke dalam tiga tipe :

  1. Ektomikoriza
  2. Ektendomikoriza
  3. Endomikoriza

Ektomikoriza mempunyai sifat antara lain akar yang kena infeksi membesar, bercabang, rambut-rambut akar tidak ada, hifa menjorok ke luar dan berfungsi sebagi alat yang efektif dalam menyerap unsur hara dan air, hifa tidak masuk ke dalam sel tetapi hanya berkembang diantara dinding-dinding sel jaringan korteks membentuk struktur seperrti pada jaringan Hartiq.

Ektendomikoriza merupakan bentuk antara (intermediet) kedua mikoriza yang lain. Ciri-cirinya antara lain adanya selubung akar yang tipis berupa jaringan Hartiq, hifa dapat menginfeksi dinding sel korteks dan juga sel-sel korteknya. Penyebarannya terbatas dalam tanah-tanah hutan sehingga pengetahuan tentang mikoriza tipe ini sangat terbatas.

Endomikoriza mempunyai sifat-sifat antar lain akar yang kena infeksi tidak membesar, lapisan hifa pada permukaan akar tipis, hifa masuk ke dalam individu sel jaringan korteks, adanya bentukan khusus yang berbentuk oval yang disebut Vasiculae (vesikel) dan sistem percabangan hifa yang dichotomous disebut arbuscules (arbuskul)

Hampir sebagian besar jenis tumbuhan berasosiasi dengan jamur tipe AM (Arbuskul Mikoriza), mulai dari paku-pakuan, jenis rumput-rumputan, padi, hingga pohon rambutan, mangga, karet, kelapa sawit, dll. Sedangkan beberapa keluarga (family) pohon tingkat tinggi yang biasa dijumpai pada tahap suksesi akhir bersimbiosa dengan jamur EM (Ekto Mikoriza), misalnya jenis-jenis meranti, kruing, kamper (jenis-jenis Dipterocarapaceae), pasang, mempening (jenis-jenis Fagaceae), pinus, beberapa jenis Myrtaceae (jambu-jambuan) dan beberapa jenis legum.

Struktur anatomi AM berbeda dengan EM. Akar yang bersimbiosa dengan EM memiliki struktur khas berupa mantel (lapisan hifa) yang dapat dilihat dengan mata telanjang. Struktur mikoriza tersebut berfungsi sebagai pelindung akar, tempat pertukaran sumber karbon dan hara serta tempat cadangan karbohidrat bagi jamur. Hifa jamur EM tidak masuk ke dalam dinding sel tanaman inang. Sedangkan akar yang bersimbiosa dengan AM, harus diamati dibawah mikroskop, karena struktur arbuskular atau vesicular terbentuk di dalam sel tanaman inang dan hanya dapat diamati di bawah mikroskop setelah dilakukan perlakuan khusus dan pewarnaan. Struktur arbuskular dan vesicular berfungsi sebagai tempat cadangan karbon dan tempat penyerapan hara bagi tanaman. Miselium eksternal terdapat pada tipe EM dan AM, merupakan perpanjangan mantel ke dalam tanah.

Suatu simbiosis terjadi apabila cendawan masuk ke dalam akar atau melakukan infeksi. Proses infeksi dimulai dengan perkecambahan spora didalam tanah. Hifa yang tumbuh melakukan penetrasi ke dalam akar dan berkembang di dalam korteks. Pada akar yang terinfeksi akan terbentuk arbuskul, vesikel intraseluler, hifa internal diantara sel-sel korteks dan hifa ekternal. Penetrasi hifa dan perkembangnnya biasanya terjadi pada bagian yang masih mengalami proses diferensissi dan proses pertumbuhan. Hifa berkembang tanpa merusak sel

Hampir semua tanaman pertanian akarnya terinfeksi cendawan mikoriza. Gramineae dan Leguminosa umumnya bermikoriza. Jagung merupakan contoh tanaman yang terinfeksi hebat oleh mikoriza. Tanaman pertanian yang telah dilaporkan terinfeksi mikoriza vesikular-arbuskular adalah kedelai, barley, bawang, kacang tunggak, nenas, padi gogo, pepaya, selada, singkong dan sorgum. Tanaman perkebunan yang telah dilaporkan akarnya terinfeksi mikoriza adalah tebu, teh, tembakau, palem, kopi, karet, kapas, jeruk, kakao, apel dan anggur

Cendawan ini membentuk spora di dalam tanah dan dapat berkembang

biak jika berassosiasi dengan tanaman inang. Sampai saat ini berbagai usaha telah dilakukan untuk menumbuhkan cendawaan ini dalam media buatan, akan tetapi belum berhasil. Faktor ini merupakan suatu kendala yang utama sampai saat ini yang menyebabkan CMA belum dapat dipoduksi secara komersil dengan menggunakan media buatan, walaupun pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman sangat mengembirakan. Spora cendawan ini sangat bervariasi dari sekitar 100 mm sampai 600 mm oleh karena ukurannya yang cukup besar inilah maka spora ini dapat dengan mudah diisolasi dari dalam tanah dengan menyaringnya

Cendawan CMA membentuk organ-organ khusus dan mempunyai perakaran yang spesifik. Organ khusus tersebut adalah arbuskul (arbuscule), vesikel (vesicle) dan spora. Berikut ini dijelaskan sepintas lalu mengenai struktur dan fungsi dari organ tersebut serta penjelasan lain (Pattimahu, 2004).

G. KESIMPULAN

Dari pembahasan mengenai lichenes ini dapat disimpulkan bahwa lichenes adalah sejenis tumbuhan yang unik. Tumbuhan ini merupakan simbiosis antara alga dan jamur tertentu, dan memiliki morfologi, reproduksi dan klsifikasi yang dapat dikelompokkan ke dalam kelompok tersendiri.

Tubuhnya berupa thallus yang terdiri dari benang-benang hifa. Sebagai tumbuhan perintis, lichenes ikut berperan dalam pembentukan tanah dan tidak memerlukan syarat hidup yang tinggi.

Tumbuhan lichenes tidak akan terbentuk tanpa adanya simbiosis antara alga dan jamur yang sesuai. Tumbuhan ini juga menghasilkan senyawa-senyawa metabolit yang tidak dihasilkan oleh alga dan jamur yang hidup terpisah. Selain keunikan struktur, fisiologi maupun reproduksinya, lichenes juga memiliki kegunaan ekonomi yang tidak kalah pentingnya. Sampai sekarang para ahli masih terus meneliti tumbuhan ini dan ada yang mengusulkan agar lichenes dimasukkan ke dalam golongan tersendiri dan terpisah dari jamur dan alga.

Cirebon,11 juni 2009

Asisten Praktikum Praktikan

Turisih w TARJO

Mengetahui Dosen Mata kuliah

Novianti Muspiroh, MP

DAFTAR PUSTAKA

- Buku panduan praktikum taksonomi tumbuhan oleh : Novianti Muspiroh, MP

- Selamet Sumurat Juli, Kesehatan Lingkungan, 2004.Bandung, Gajah Mada University Press,

- Rochyadi, Hadi. Pegangan Biologi.1994. Bandung:CV.ARMICO

- www.google.com//jamur merang.id.com. //wikipedia. Tanggal 11juni pukul 13.00 WIB

- www.google.com// http:/ www.lichen.com. //wikipedia. Tanggal 11juni pukul 13.00 WIB




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar